Senin, 08 Juni 2009
Kejujuran adalah Salah Satu Buah Ketauhidan
Ini adalah tulisan spontan ketika tau-tau saya disuruh bikin cerita drama untuk anak2 yang mau siaran di radio anak jogja saat bulan puasa.. wah tapi sayang lupa tanggalnya, cuman pngen bagi2 aja haha.. monggo disimak!
Pada suatu hari di sebuah desa tinggalah seorang tua renta namanya kakek Amad usianya 82 tahun, beliau tidak lagi tinggal bersama isterinya karena tahun lalu telah meninggal dunia. Tetapi ada Luqman sang cucu yang berusia 9 tahun serta patuh dan hormat kepada kakeknya. Luqman adalah anak yatim-piatu yang dititipkan kepada kakek Amad. Mereka tinggal di sebuah gubuk yang hanya berisi satu kamar,
Kakek: uhuk..uhuk…
Luqman: akhir-akhir ini kakek sering sakit-sakitan, kini akulah satu-satunya harapan untuk memenuhi kebutuhan hidup (dalam hati Luqman berkata)
Pagi hari Luqman bersama temannya Fauzi, Bayu, dan Wulan hendak pergi ke pasar untuk menjual hasil ladang mereka,
Luqman: hai teman-teman Assalamualaikum…
F,B,W: wa’alaikumussalam…
Fauzi: Luqman, apa kabar?
Luqman: baik, alhamdulillah, kalian?
F,B,W: baik juga,
Wulan: wah hari ini begitu indah dan cerah, subhanallah lihatlah ke arah timur matahari terbit di sela-sela gunung itu..
Bayu: sungguh maha suci Allah… dialah dzat yang maha memiliki alam semesta ini
Luqman: benar, dengan cuaca seperti semoga kita bersemangat menjalankan aktivitas kita demi mendapat ridho Allah. Yuk kita berangkat!!
Fauzi: by the way kakek mu kemana?
Wulan: ih sok inggris, bener juga biasanya kamu berangkat bersama kakek?
Luqman: hari ini aku tidak bersama kakek, kakek sedang sakit.. (bernada sedih)
Bayu: luqman yang sabar ya, semoga kakek cepat sembuh
Luqman: amin, yuk kita berangkat
F,B,L,W: ayo, bismillahitawakaltu ‘alallah..
Sesampainya di pasar
Luqman: jagung…jagung….besar…besar lho…(berteriak menawarkan jagunr)
Wulan: jagung bu…jagungnya mantab ni… siapa yang mau beli…
Bayu & Fauzi: jagung.. jagung...
Menjelang siang mereka belum juga mendapatkan 1 pun pembeli,
Wulan: teman-teman kog hari ini sepi pembeli?…engga kayak biasanya
Bayu: bener juga, ada yang salah dengan hari ini?
Fauzi: eh teman-teman hari ini kan tanggal 13..(ketakutan)
Luqman: memang kenapa dengan tanggal 13?
Fauzi: berarti hari ini hari sial…
Bayu & wulan:hush… ngomong apa sih kamu?
Luqman: fauzi.. kamu lupa sama kata ustadz? Allah menciptakan hari itu tidak dibeda-bedakan, enggak ada istilah hari sial dalam islam, (berkata dengan tegad)
Fauzi: ow iya ya (merasa tak bersalah dengan ucapanya tadi)
Allahu akbar… Allahu akbar…. (terdengar kumandang adzan)
Luqman: teman-teman kita sholat dulu aja di mushola, kan udah denger adzan
Bayu: ayo kita kesana.. trus kita berdoa supaya rezki kita lancar..
Fauzi: bener, mari kita segera mengambil air wudhu…
Luqman: wulan, kamu bawa mukena kan?
Wulan: insyaAllah ada didalam tas…
Mereka pun menuju mushola di belakang pasar dan mengikuti sholat berjamaah.
Selesai sholat mereka melanjutkan menjual jagung, tetapi Luqman melihat ada dompet yang tergeletak di dekat sandalnya.
Luqman: te..te.. teman-teman ini dompet siapa? (ketakutan)
Fauzi: ha? Kamu nemu dimana? (heran)
Luqman: di sebelah sandal ku…
Bayu: gimana ni? Ntar kalau dikembalikan terus disangka pencuri kan bias gawat..
Wulan: terus mau kita apakan dompet ini?
Luqman: aku engga tau, aku bingung
Fauzi: luqman, anggap aja itu rejeki kamu. Kan bisa buat membeli obat kakekmu (fauzi mulai terpancing godaan setan)
Bayu: bener juga ya…(karena panik Bayu pun ikut mendukung)
Wulan: jangan!! Luqman kita akan dosa kalau mengambil yang bukan milik kita
Luqman: wulan benar, dompet ini mungkin melik seseorang dari jamaah masjid ini. Coba aku liat dalamnya.. (membuka isi dompet)
Fauzi: tuh.. uangnya banyak banget.. wah pasti milik orang kaya
Bayu: … (diam dan menutup mata fauzi yang heran melihat banyaknya uang dalam dompet)
Luqman: dompet ini milik bapak Joko, lihat.. ada alamatnya juga, gimana kalau kita ke sana?
Wulan: tunggu, alamatnya perumahan Jati permai?? Itu kan 14 km dari pasar ini…
Bayu: wah kebetulan banget aku engga punya uang buat transportasi
Fauzi: transportasi itu apa?
Bayu: halah itu nama mobil, ah enggak penting, yang penting kita mau naik apa?
Luqman: kita jalan kaki aja…kalau kalian capek kalian pulanglah biar nanti aku yang akan mengembalikan dompet ini.
Fauzi: kami tetap akan ikut,
Wulan: aku juga tetap akan ikut
Bayu: ya Allah kamu kan cewek??
Luqman: benar, kamu pulang saja, nanti beri tahu kakek aku pulang agak terlambat..
Wulan: baiklah kalau begitu, aku pulang dulu.. semoga kalian sukses… assalamualaikum hati-hati
F, B, L: waalaikumussalam doakan kami…
Setelah berjalan jauh akhirnya sampailah di perumahan Jati Permai, rumahnya besar-besar Luqman, Fauzi, dan bayu heran, mata mereka menuju ke mana-mana.. setibanya di rumah B-42
Luqman: (memencet bel yang ada di depan pintu)
Bibi: ya dek cari siapa?
Luqman: kami menemukan dompet ini, mungkin milik bapak yang tinggal di sini,
Bibi: owh iya, benar.. tapi tuan besar sedang pergi.
Luqman: gapapa, ya sudah kami pamit dulu
Bibi: nama adek siapa? Dan tinggal di mana?
Luqman: saya Luqman cucu pak Amad dari desa Singojayan
Bibi: wah jauh sekali, ini ada uang atau mau di antar?
Luqman: tidak terima kasih, kami pamit dulu. Assalamualaikum
Bibi: wa’alaikumussalam
Luqman, Fauzi, dan bayu segera pulang waktu menjelang maghrib, mereka berhenti di sebuah masjid untuk sembahyang
Sesampainya di rumah Luqman melihat ada bendera putih di depan rumahnya. Luqman juga melihat banyak sekali orang yang keluar masuk rumahnya. Di depan rumah ada Wulan, Luqman mendekati wulan.
Luqman: Wulan, kenapa kamu menangis? Ada apa ini? (panik dengan keadaan ini)
Wulan: hiks.. hiks… (menangis dan menutup matanya)
Fauzi & bayu hanya saling berpandangan, mereka juga bingung
Tiba-tiba Ust Harun datang,
Ust. Harun: innalillahi wa inna ilaihi roji’un, kakekmu meninggal tadi setelah sholat ashar, yang sabar nggih..
Luqman: hiks..hiks.. (menangis)
Bayu: tabahkan hatimu Luqman, tidak ada yang abadi di dunia ini, (sambil memegang pundak Luqman)
Fauzi: dan setiap orang tidak dapat lolos dari kematian, (mata Fauzi berkaca-kaca)
Keesokan harinya sebelum berangkat memakamkan kakek Amad, tiba-tiba datang mobil yang bagus dan mewah, Luqman melihat bapak-bapak keluar dari mobil dan mencari Luqman, ternyata ia bernama pak Joko
Pak Joko: Assalamu’alaikum Luqman
Luqman: Waalaikumussalam
Pak Joko: saya pak Joko pemilik dompet yang kamu temukan kemarin, maksud kedatangan saya kemari pertama, turut berduka cita atas meninggalnya kakek Amad, yang kedua saya ingin mengangkat kamu menjadi anak saya, karena saya tidak mempunyai anak. Saya juga ingin menyekolahkan kamu, supaya menjadi orang yang sukses dan berhasil
Luqman: Allahuakbar, alhamdulillah (seraya bersujud syukur kepada Allah)
Bayu, Fauzi, dan wulan tersenyum bahagia melihat Luqman. Luqman, Fauzi, dan Bayu melanjutkan berjalan mengiringi keranda yang akan membawa kakek Amad menuju Alam Barzah,
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barang siapa yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia akan beruntung. Kehidupan dunia itu sungguh tidaklah lain hanyalah kesenangan yang memperdaya.( QS Ali ‘Imran:185)
Langganan:
Komentar (Atom)