Ijinkan aku mengeja namamu dalam selembar kertas
luapan sajak mesra
dibawah pucatnya purnama
di atas sampan kukayuh letih
dalam sisi yang padam
aku hanya berani berangan lewat sebuah goresan
kutulis segala yang aku impikan
Kulipat kujadikan perahu kertas ku hanyutkan
dalam aliran sungai menuju hatimu
ataukah aku kan jadi pecundang
yang hanya bersembunyi dalam sebuah tenda mati
hanya menunggu sampai sajak ini membawaku ke tengah lautan
Rabu, 11 Mei 2011
CEMAS
Dari sanalah Lantunan sajak-sajak kerinduan
mengharap datangnya engkau dalam keheningan
hanya ada bulir pasir yang menggumul menjadi jejak
kenangan pergi hati ini retak
mengharap datangnya engkau dalam keheningan
hanya ada bulir pasir yang menggumul menjadi jejak
kenangan pergi hati ini retak
Tiada Henti
jeritan manusia di suatu pagi
menyeruput secangkir hari ini
khayal mulai meraba
namun logika harus meraja
dari balik jendela ku buka biji mata
aku duduk menghadap utara
aku sadar sndiri
hanya ada genangan sepi
menyeruput secangkir hari ini
khayal mulai meraba
namun logika harus meraja
dari balik jendela ku buka biji mata
aku duduk menghadap utara
aku sadar sndiri
hanya ada genangan sepi
ALIRAN SUNGAI JENGOK
Awan kapas putih.. menggumpal memayungi
dibawah bukit jernih bergelombang
anak-anak riang menangkap pelepah pisang
melupakan sejenak derasnya hujan lalu
tertawa lugu di atas batu
siram sejuk airnya
tertawa lebar canda gembira
dibawah bukit jernih bergelombang
anak-anak riang menangkap pelepah pisang
melupakan sejenak derasnya hujan lalu
tertawa lugu di atas batu
siram sejuk airnya
tertawa lebar canda gembira
Langganan:
Komentar (Atom)