Minggu, 11 Desember 2011


PERPUSTAKAANKU


“Aku biasa menghabiskan waktu istirahatku untuk menjelajahi dunia. Ketika bel istirahat berbunyi maka segera aku langkahkan kakiku menuju tempat ini. Ukuran kotak dengan dengan pemandangan buku di setiap sudutnya. Perpustakaan sekolah memang sebuah tempat yang nyaman bagiku”. Kata salah satu siswa SMA di Yogyakarta. 

Seiring dengan perkembangan jaman, maka tuntutan fasilitas pendidikan pun semakin tinggi, salah satunya adalah kebutuhan siswa terhadap buku-buku sebagai sarana menambah wawasan yang tersedia di dalam perpustakaan. Perpustakaan dalam arti tradisional adalah sebuah koleksi buku dan majalah. Walaupun dapat diartikan sebagai koleksi pribadi perseorangan, namun perpustakaan lebih umum dikenal sebagai sebuah koleksi besar yang dibiayai dan dioperasikan oleh sebuah kota atau institusi, dan dimanfaatkan oleh masyarakat yang rata-rata tidak mampu membeli sekian banyak buku atas biaya sendiri. 

Sejarah perpustakaan di Indonesia tidak terlepas dari sejarah Indonesia. Sejarah Indonesia dapat di bagi menjadi beberapa periode berikut : 1. Zaman kerajaan lokal 2. Zaman kerajaan Islam 3. Zaman Hindia Belanda 4. Zaman Jepang 5. Periode pasca 1945, acapkali dibagi lagi menjadi Periode 1945-1959 Periode 1959-1965 Periode 1965- Pada pembagian di atas, tahun 1950 merupakan awal ancangan karena pada waktu itu pemerintah Ri mulai menyebarkan perpustakaan, khususnya perpustakaan umum dengan nama Taman Perpustakaan Rakjat ke seluruh indonesia. Perkembangan perpustakaan umum yang mula-mula menggembirakan itu akhirnya berakhir tragis dengan runtuhnya berbagai taman pustaka rakjat yang didirikan pada tahun 1950-an. Tonggak kebangkitan dimulai pada tahun 1969, dengan pembangunan lima tahun (pelita) pertama. Saat itu kegiatan perpustakaan tercakup di dalam rencana pembangunan hingga sekarang.  

Sebagai seorang pelajar maka kita dapat menilai bagaimana kualitas perpustakaan sebagai sarana fasilitas pendidikan. Penilaian dominan akan jatuh pada kondisi fisik perpustakaan terlebih dahulu, sebagai contoh bangunannya, tata letak ruangannya, serta kenyamanan berada dalam ruangan perpustakaan. Selanjutnya penilaian akan tertuju pada kualitas perpustakaan seperti kelengkapan koleksi buku, pengelolaan yang baik, serta sarana dan fasilitas tambahan. Sarana tembahan ini menjadikan perpustakaan semakin banyak dikunjungi. Misal adanya Televisi yang menayangkan secara langsung berita-berita dunia, adanya fasilitas tambahan seperti AC akan menambah kenyamanan bagi para pengguna perpustakaan. Kita harus menyadari bahwa perpustakaan merupakan upaya untuk memelihara dan meningkattkan efisiensi dan efektifitas proses belajar-mengajar. Perpustakaan yang terorganisasi secara baik dan sisitematis, secara langsung atau pun tidak langsung dapat memberikan kemudahan bagi proses belajar mengajar di sekolah tempat perpustakaan tersebut berada. Hal ini, terkait dengan kemajuan bidang pendidikan dan dengan adanya perbaikan metode belajar-mengajar yang dirasakan tidak bisa dipisahkan dari masalah penyediaan fasilitas dan sarana pendidikan.

Modernisasi perpustakaan mulai dilakukan di era 20-an. Pembuatan perpustakaan digital mempermudah siswa untuk mengakses melalui komputer pribadi. Perpustakaan digital adalah perpustakaan yang mempunyai koleksi buku sebagian besar dalam bentuk format digital dan yang bisa diakses dengan komputer. Jenis perpustakaan ini berbeda dengan jenis perpustakaan konvensional yang berupa kumpulan buku tercetak, film mikro (microform dan microfiche), ataupun kumpulan kaset audio, video, dll. Isi dari perpustakaan digital berada dalam suatu komputer server yang bisa ditempatkan secara lokal, maupun di lokasi yang jauh, namun dapat diakses dengan cepat dan mudah lewat jaringan komputer.

Definisi singkat dari perpustakaan digital adalah bentuk perpustakaan yang keseluruhan koleksinya memakai format digital yang disusun dalam sebuah arsitektur komputerisasi. Arsitektur ini disusun dalam sebuah proyek yaitu proyek perpustakaan digital. Penelitian proyek perpustakaan digital menggunakan WWW (World Wide Web) yang dihubungkan dengan jaringan internet sebagai media penyalur informasi utama. WWW memiliki banyak kelebihan yang didukung berbagai macam protokol komunikasi (HTTP, FTP, Gopher), penggunaan HTML sebagai bahasa standar markup, dan kelebihan pada GUI (Graphical User Interface).
Sebelum tahun 1960: Perpustakaan Tradisional

Pertengahan tahun 1960-1988 : perkembangan teknologi informasi dan jaringan yang dapat mengolah dokumen menjadi lebih mudah dan efisien dengan menggunakan perangkat lunak pengolah kata. Perpustakaan masih berkembang semi modern dengan menggunakan katalog indeks.

Tahun 1990 : berkembang teknologi internet yang mampu mengakses informasi dengan cepat. Katalog mengalami metamorfosis menjadi katalog elektronik yang lebih mudah dan lebih cepat dalam pencarian kembali koleksi yang disimpan di perpustakaan

Tahun 1991 : Proyek TULIP (The University Licensing Project), kerjasama beberapa universitas di Amerika dengan perusahaan Elsevier Science, meneliti tentang sistem pengumpulan dan penyimpanan data serta teknik pengaksesan perpustakaan digital.

September 1995 : Proyek NSF/ARPA/NASA merupakan lanjutan penelitian Proyek TULIP. Istilah perpustakaan digital digunakan untuk pertama kali dalam bidang pendigitalan dokumen dan pembangunan sistem untuk dokumen digital.
Pembuatan perpustakaan digital tidak menemui masalah selama dokumen yang diterima berupa file elektronik. Masalah muncul pada saat dokumen yang diterima berupa file non-elektronik, berupa kertas atau buku. Hal ini merupakan masalah utama yang dibahas pada proyek-proyek penelitian, khususnya dalam pembuatan perpustakaan digital dengan dokumen dari perpustakaan umum atau dari grey literature

Selanjutnya, hak cipta pada dokumen yang didigitalkan yang berupa mengubah dokumen menjadi digital dokumen, memasukkan digital dokumen ke database, mengubah digital dokumen ke hypertext dokumen. Hak cipta dokumen di jaringan komunikasi. Solusi masalah hak cipta telah dikembangkan dalam ECSM (Electronic Copyright Management System) yaitu sistem monitoring penggunaan digital dokumen oleh pengguna secara otomatis.

Masalah yang terjadi pada perpustakaan digital swasta yang menarik biaya setiap mengakses dokumen. Solusi masalah ini akan dikembangkan pada system electronic money
Dengan koleksi dan penemuan media baru selain buku untuk menyimpan informasi, banyak perpustakaan kini juga merupakan tempat penimpanan dan/atau akses ke map, cetak atau hasil seni lainnya, mikrofilm, mikrofiche, tape audio, CD, LP, tape video dan DVD, dan menyediakan fasilitas umum untuk mengakses gudang data CD-ROM dan internet.
Oleh karena itu perpustakaan modern telah didefinisikan kembali sebagai tempat untuk mengakses informasi dalam format apa pun, apakah informasi itu disimpan dalam gedung perpustakaan tersebut atau tidak. Dalam perpustakaan modern ini selain kumpulan buku tercetak, sebagian buku dan koleksinya ada dalam perpustakaan digital (dalam bentuk data yang bisa diakses lewat jaringan komputer). Kita sebagai seorang siswa ikut serta dalam merawat perpustakaan yang sudah ada serta menjaga sarana dan fasilitas yang diberikan dan menggunakan perpustakaan sesuai dengan fungsinya secara bijak.

Sumber: 

.