Sabtu, 17 Maret 2012

A ball floating in the ocean?

this is my funny sketch about football, when we decide to play football, its needed not only fighting on the pitch, but also a luck. 

Tugu Muda dari Seberang Jalan


Cahaya lampu kota semarang pada malam itu mengantarkanku pada sebuah kawasan Tugu Muda, Tugu yang khas di kota semarang menancap pada bundaran jalan, malam Sabtu sekitar pukul 19.00 WIB. mengendarai motor berkeliling Kota Semarang.

Tugu Muda biasa ramai dikunjungi wisatawan lokal, ataupun para pemuda untuk sekedar berfoto. di sebelah timur ada tempat yang ramai dikunjungi tiap malam sebagai ajang uji nyali yaitu Bangunan Lawang Sewu. tapi karena susah untuk berhenti di barat bunderan, maka aku menepi di sebelah selatan jalan, dan inilah hasilnya.

Aku berhenti tepat menghadap gedung pandanaran, gedung milik pemerintah Kota Semarang, pernah sekali masuk ke gedung itu, naik hingga lantai 8 (dinas kebudayaan) karena ingin meminjam satu set gamelan untuk acara kampus.

Sabtu, 10 Maret 2012

Sekayu

gambar by me

Sisi lain dari kota semarang, suasana gang siang hari yang sepi, gang menuju masjid kuno sekayu. 


Kamis, 08 Maret 2012

Warung Angkring

beginilah mahasiswa jika akhir bulan 
gambar: by me
Angkringan (berasal dari bahasa Jawa ' Angkring ' yang berarti duduk santai) adalah sebuah gerobag dorong yang menjual berbagai macam makanan dan minuman yang biasa terdapat di setiap pinggir ruas jalan di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Di Solo dikenal sebagai warung hik ("hidangan istimewa a la kampung") atau wedangan. Gerobag angkringan biasa ditutupi dengan kain terpal plastik dan bisa memuat sekitar 8 orang pembeli. Beroperasi mulai sore hari, ia mengandalkan penerangan tradisional yaitu senthir, dan juga dibantu oleh terangnya lampu jalan.
Makanan yang dijual meliputi nasi kucing, gorengan, sate usus (ayam), sate telur puyuh, keripik dan lain-lain. Minuman yang dijualpun beraneka macam seperti teh, jeruk, kopi, tape, wedang jahe dansusu. Semua dijual dengan harga yang sangat terjangkau.
Meski harganya murah, namun konsumen warung ini sangat bervariasi. Mulai dari tukang becak, tukang bangunan, pegawai kantor, mahasiswa, seniman, bahkan hingga pejabat dan eksekutif. Antar pembeli dan penjual sering terlihat mengobrol dengan santai dalam suasana penuh kekeluargaan.
Angkringan juga terkenal sebagai tempat yang egaliter karena bervariasinya pembeli yang datang tanpa membeda-bedakan strata sosial. Mereka menikmati makanan sambil bebas mengobrol hingga larut malam meskipun tak saling kenal tentang berbagai hal atau kadang berdiskusi tentang topik-topik yang serius. Harganya yang murah dan tempatnya yang santai membuat angkringan sangat populer di tengah kota sebagai tempat persinggahan untuk mengusir lapar atau sekedar melepas lelah.
Akrabnya susana dalam angkringan membuat nama angkringan tak hanya merujuk kedalam tempat tetapi ke suasana, tak jarang pengusaha membuat restoran yang memiliki konsep kesederhanaan angkringan. Bahkan ada angkringan yang dilengkapi dengan wi-fi, televise lcd, dll.

Rabu, 07 Maret 2012

KAMPOENG CODE

gambar by me, Kampung Code.
  
Sebagai anak Jogja, aku tergolong kuper juga alias kurang pergaulan. Masalahnya baru sekali aku menginjakkan kaki di kampung code, sebuah kampung yang terletak di sepanjang Sungai Code Jogjakarta atau masyarakat menamai Kali Code. padahal kampung ini cukup terkenal dan tak jarang banyak wisatawan mancanegara yang turun melihat suasana kampung code. selain itu banyak 'warung angkring' yang dapat di temui di sana... hoho. 
Bersama Tim Pekan Ilmiah Remaja Nasional pada waktu itu kami mengorek segala sesuatu tentang fenomena masyarakat bantaran Kali Code. Ternyata terdapat beberapa macam legenda di masyarakat, ada yang mengatakan bahawa kali code ini adalah jalan raja jogja jaman dahulu untuk menuju gunung merapi di sebelah utara. tak heran banyak yang mendengar seperti suara barisan atau suara kereta kuda, tapi ini hanya diyakini sebagai mitos para sesepuh saja. Jika kita berjalan di pinggir kali Code ada papan peraturan bertuliskan dilarang membuang sampah di sungai, papan ini dibuat oleh komunitas peduli lingkungan yang anggotanya merupakan warga kali code, memang upaya untuk menjaga kebersihan kali code telah dicanangkan. tadinya air Kali Code digunakan untuk kebutuhan air minum sehari-hari, tapi atas bantuan pemerintah maka sudah banyak yang menggunakan air pam, sehingga kali code hanya digunakan untuk kebutuhan sekunder seperti mencuci atau memandikan ternak. setiap tahunnya ada juga mahasiswa atau organisasi masyarakat yang melakukan penanaman pohon di sisi kali code. 

kendala dari beberapa warga adalah banyaknya pengendara yang ketika melintasi jembatan mereka asal-asalan membuang sampah dari atas jembatan.. memeang butuh kesadaran dari masing-masing orang untuk menjaga kebersihan lingkungan, jika kali code bersih maka kampung code juga akan semakin menarik untuk dikunjungi. karena kampung code inilah salah satu tempat untuk mengetahui tradisionalitas dari masyarakat jogja yang terkenal dengan adat serta kebudayaannya.

Jumat, 02 Maret 2012

My Google

Jembatan Berok... 


Sepanjang jalan menuju arah Tugu Muda, hiasan rumah bertumpuk serasa di Brazil.. mencari tukang tambal ban karena ban motor sempat gembos, untung di sepanjang jalan ini banyak tambal ban, selamat melanjutkan perjalanan, rabu 29 februari 2012 (taun kabisat)

JOURNEY TO THE NORTH

karena tidak membawa kamera maka digambar saja.. hoho, kertas A5, Pen: Tizo TG395c, by me

Kali ini sampailah pada sebuah kota dengan bangunan tuanya.. di semarang inilah potret sebuah kota lama atau yang sering disebut Outstadt atau Little Netherland. 


Secara umum karakter bangunan di wilayah ini merujuk pada bangunan-bangunan di benua Eropa sekitar tahun 1700-an. Hal ini bisa dilihat dari detail bangunan yang khas dan ornamen-ornamen yang identik dengan gaya Eropa. Seperti ukuran pintu dan jendela yang luar biasa besar, penggunaan kaca-kaca berwarna, bentuk atap yang unik, sampai adanya ruang bawah tanah. Hal ini tentunya bisa dibilang wajar karena faktanya wilayah ini dibangun saat Belanda datang. Tentunya mereka membawa sebuah konsep dari negara asal mereka untuk dibangun di Semarang yang nota bene tempat baru mereka. Tentunya mereka berusaha untuk membuat kawasan ini feels like home bagi komunitas mereka. 


potret kota lama search: google picture


 





.