Sabtu, 05 Maret 2011

KETIKA MINYAK JADI BAGIAN HIDUPNYA



Coba tebak jika minyak jadi bagian hidup. Pasti kena kolesterol tinggi haha…

Yang dimaksud di sini bukanlah tentang makanan mengandung berminyak sampai 'ndledek-ndledek', namun kita akan membicarakan seseorang yang memiliki kekayaan dari berbisnis minyak, siapakah dia? Kalo ngomongin soal minyak pasti tidak jauh dari sebuah Negara yang berada di kawasan Timur Tengah. Memang kawasan ini sangat terkenal dengan sumberdaya minyaknya. Beberapa Negara menjadi pengekspor minyak terbesar di dunia, sebut saja UEA, Saudi Arab, Qatar dsb.

Nah, bagi temen2 yang suka dengan tayangan sepakbola semisal liga inggris. Pastinya tau dengan klub kaya Manchester City. Klub itu kini telah dimiliki oleh juragan minyak dari Uni Emirat Arab. Namanya adalah Syeikh Mansour bin Zayed al-Nahyan. Keluarga Al-Nahyan memimpin Abu Dhabi sejak 1960-an. Syeikh Mansour tercatat juga sebagai anggota cabinet UEA, dan terkenal sangat mencintai olahraga. Dia menjabat sebagai presiden klub sepakbola Al-Jazeera serta pacuan kuda, Emirates Horse Racing.

Kekayaan keluarga Syeikh Mansour terbilang luar biasa, tercatat sekitar 560 miliar pounds (Rp 10 ribu triliun) Sebagian besar kekayaan tersebut dihasilkan dari perusahaan minyak yang dimiliki oleh keluarga Al-Nahyan sejak tahun 1958. Jika harga minyak naik USD 1 per barrel. Maka pundi-pundi uang Syeikh Mansour akan bertambah 500 juta dollar perhari! Dia merupakan direktur utama First Gulf Bank dan Presiden Petrolium Investment Company.

Kalo kita jadi syeikh Mansour apa yang akan kita lakukan dengan uang sebanyak itu? Hha tentunya jangan lupa Sodakoh buat bekal di Akhirat nanti ya…

Jumat, 04 Maret 2011

JOGJAKU TEMPO DOELOE

Hari ini begitu melelahkan namun semua itu terbayar karena sudah berhasil berkeliling kota Semarang walaupun tidak smpai pelosok2. pengalaman berharga dapat dipetik dari perjalananku. dalam perjalanan kali ini sempat bertemu dengan seorang petugas penjaga sekolah di salah satu SMA negeri di Semarang. usianya sudah lebih dari setengah abad namun pengabdiannya luar biasa..

Lansung saja saya ajak ngobrol (kebiasaan saya suka lupa menanyakan nama kalo sudah asyik ngobrol jadi sebut saja BAPAK INI hhe), dalam obrolan kali ini adalah menyinggung soal sejarah dan jaman dahulu. Wajar kenangan di masa itulah yang begitu berkesan baginya. Setelah ngobrol jauh ternyata Bapak ini adalah pensiunan Angkatan Darat yang dulu pernah dinas di Purworejo.. nah karena saya orang jogja maka bapak itu bercerita tentang kota jogja yang dilalui ketika dinas dari Semarang ke Purworejo bolak-balik dan selalu melewati kota yang terkenal dengan masakan gudeg itu. aku jadi terbayang kota jogja tempo doeloe... lets cekidot!!!

VRENDERBRUG



TUGU JOGJA



TAMAN SARI



STASIUN TUGU



KEDATON PLERET



PASAR NGASEM



PASAR BERING HARJO



MALIOBORO 1949



MALIOBORO



KANTOR POS JOGJA



BANK BNI



ALUN-ALUN UTARA



ALUN-ALUN SELATAN



MASJID AGUNG

Selasa, 01 Maret 2011

TEMAN IMAJINASI



TEMAN IMAJINASI

Hai!!! Apa kabar?
Sepertinya ditempat ku sering hujan apalagi hujannya pas jam2 ke kampus, kan jadi repot.
Hehe..
Kalo waktu kecil pas hujan mesti teringat lagu ‘tik tik tik bunyi hujan’ iya ga? Nah aku pengen ngajak temen2 buat kembali ke masa anak-anak. Sebenernya bisa dibilang asik ketika kita masih kecil atau usia anak-anak (ya mungkin sekitar usia 5 tahun-an lah), paling rutinitas cuman maen tanpa ada laporan, tugas kuliah dan lain2.

Ngomongin lagi soal anak-anak temen2 mesti tau yang namanya teman imajinasi. Waktu kita kecil kita sering ngomong sama temen imajinasi kita, contohnya aku waktu umur 5 tahun pernah membayangkan sosok dinosaurus mini seandainya aku masih ingat namanya. Dia selalu menemaniku disaat aku sendirian. Mungkin waktu lagi liburan kan ga sekolah jadi cumin maen di rumah. Nah, sosok gaib (bukan setan) itu selalu aku ajak bicara.. entah ngomong apa tapi aku masih ingat kalau aku pernah punya yang namanya teman imajinasi. Itu dulu banget hehe keliatannya lucu, kalo sekarang ngobrol sama temen imajinasi kita bakal dianggap ga waras kayaknya (emang)

Ingat juga ketika aku pernah menyusun semua kursi di ruang tamu, trus aku anggap jadi sebuah kapal. Dan aku membuat topi dari kertas macam bajak laut gitu hehe, atau buat menggambarkan imajinasi anak2 temen2 bisa nonton film Rugrats dimana imajinasi anak-anak digambarkan sangat nyata. Sebenernya hal tersebut normal jika sang anak bisa kembali saat diajak berbicara kita atau orang tuanya. Sebaiknya jangan dicegah untuk berimajinasi karena itu akan mengembangkan kreativitas sang anak.

Minggu, 27 Februari 2011

NGERTI RA? (TAU GA?)

Jalan-jalan pagi hari memang menyehatkan, wah selain sehat jalan pagi hari juga sebagai pemanasan sebelum beraktivitas. Sambil tengak-tengok kanan kiri ternyata ada sesuatu yang membuat saya heran plus kagum… apa itu? Tebaklah!!!
Pancaran kilauan membentuk pola indah di antara dedaunan dari dua cabang pohon, setelah didekati wow terkejut…ternyata kilauan indah itu berasal dari jarring laba-laba yang basah akibat terkena guyuran gerimis. subhanAlloh

Tau ga temen2 kenapa jarring laba-laba begitu kuat? Nah, itu yang sedang diteliti oleh para ahlinya akhir-akhir ini. Diketahui jarring laba-laba bahkan lebih kuat dari serat besi. Coba aja jarring laba-laba yang sepertinya hanya benang tipi situ kalian coba patahkan, pasti sangat susah malahan tangan kita yang terbelit oleh benang-benang yang semula kita remehkan haha… jangan sampe repot sendiri

Selain itu para ahli menemukan bahwa laba-laba telah menggunakan cahaya ultraviolet dalam jaringnya untuk memikat mangsanya datang.. wow. Hal tersebut terungkap setelah para peneliti di Australia meneliti rahasia di balik jaring yang cantik tersebut. Selama ini jaring laba-laba dikenal sangat lengket dan kuat, bahkan melebihi baja, namun jarang diteliti aspek bentuknya.

Hal tersebut didasari fakta bahwa beberapa jenis bunga memantulkan cahaya ultraviolet yang menarik perhatian serangga. Jika jaring laba-laba memantulkan cahaya yang sama, berarti fungsinya mirip dengan bunga untuk merayu serangga.

Hochuli dan koleganya kemudian melakukan percobaan dengan jaring laba-laba asli dan jaring laba-laba yang dilapisi plastik penyaring ultraviolet. Mereka kemudian memantau berapa banyak serangga yang tertanggap dalam beberapa hari.

Lalat, lebah, tawon, dan nyamuk tertangkap baik di kedua jaring. Namun, pada jaring yang dilapisi plastik antiultraviolet jumlahnya jauh lebih sedikit. Jumlah nyamuk tetap sebanding karena serangga ini tidak dapat melihat cahaya ultraviolet.

"Laba-laba sepertinya memanfaatkan kemampuan sejumlah mangsanya yang dapat melihat cahaya ultraviolet," jelas Hochuli. Pada penelitian berikutnya para peneliti akan mempelajari pengaruh bentuk sarang yang bervariasi sesuai jenis laba-laba yang membuatnya.



Jaring laba-laba dapat dipakai untuk menyambung otot (tendon) atau memulihkan ligamen yang rusak. Selain sangat kuat, serat alami ini tidak menyebabkan infeksi.

Penggunaan serat untuk aplikasi medis sebenarnya telah diceritakan sejak sekitar 2.000 tahun lalu. Di antaranya untuk melawan infeksi, mencegah pendarahan, dan menutup luka.
Meski demikian, para ilmuwan belum menemukan bukti bahwa jaring laba-laba dapat membunuh kuman. Sejauh ini, hasil percobaan pada hewan menunjukkan bukti-bukti awal bahwa jaring laba-laba tidak menghasilkan respon kekebalan terlalu besar sehingga dapat diterima tubuh.

Para peneliti di Universitas Tufts, Massachusetts telah membuktikan bahwa jaring laba-laba dapat dirangkai untuk memulihkan jaringan penyambung tulang (ligamen) yang rusak. Percobaan ini berhasil pada ligamen jenis ACL (anterior cruciate ligament) yang biasanya rusak pada penderita cedera lutut.

"Kami juga melihat potensi jaring laba-laba untuk tendon buatan," kata Randolph Lewis dari Universitas Wyoming, AS. Para ilmuwan telah memanfaatkannya untuk membuat benang operasi untuk menutup luka bekas operasi, mata, atau, menyambung jaringan syaraf.

Namun, Lewis dan para peneliti lainnya belum dapat menghasilkan jaringan yang siap pakai. Untuk menghasilkan material seperti jaring laba-laba dalam jumlah besar, Lewis memanfaatkan alfalfa, tumbuhan semak yang biasa dipakai sebagai pakan kuda di Amerika. Sedang peneliti lainnya coba membuat protein jaring laba-laba dalam susu kambing.

Mereka dapat menghasilkan jaring di luar tubuh laba-laba dengan cara menyisipkan gen yang dimiliki laba-laba ke sel yang menjadi targetnya. Penelitian terakhir yang sedang dilakukan Lewis dilaporkan dalam jurnal Chemical Reviews.



Wah semakin maju teknologi semakin membuktikan bahwa otak manusia terus berkembang hhe demi kebaikan pokoknya setuju2 saja .. ngomongin soal jarring laba2 jangan2 nanti di masa depan juga akan ada makhluk seperti spiderman berterbangan di atas kita kayak di film spiderman haha…

SEBUAH TRADISI DI SENDANG CANDRA JATI

Ngayojokarto kutane aman berhati nyaman
Kuta seniman kuta pelajar lan kabudayan

Lirik lagu di atas mengenalkan kita kepada kota Yogyakarta. Kota ini dikenal sebagai kota pelajar, kota seni, dan kota budaya. Dalam hal pendidikan siapa yang tidak mengenal kota ini, adanya Taman Siswa menjadi simbol lahirnya sekolah pertama milik bangsa Indonesia. Kini Yogyakarta memiliki sekolah-sekolah unggulan yang menghasilkan sumber daya manusia yang siap bersaing di era globalisasi. Selain itu kota Yogyakarta menjadi kota pariwisata yang banyak dikunjungi oleh para wisatawan baik domestik maupun asing karena memiliki banyak kebudayaan dan tradisi yang telah memasyarakat.

Beberapa tradisi yang ada di Yogyakarta masih dilestarikan, contohnya Grebeg Mulud, kenduren, nyadran, dan masih banyak lagi. Sebagai contoh yang menarik adalah tradisi berendam pada malam selasa dan jumat. Sangat menarik untuk kita ketahui bahwa tradisi ini belum memasyarakat dan hanya sebagian kecil dari masyarakat kota Yogyakarta yang mengetahui adanya tradisi ini.

Yogyakarta dahulu adalah sebuah Negara yang memiliki adat dan istiadat tersendiri. Oleh karena itu muncul tradisi-tradisi yang ada di masyarakat seperti tradisi berendam ini. Tradisi ini dilakukan di sebuah sendang bernama Candra Jati. Sendang adalah tempat sejenis kolam yang digunakan untuk mandi. Bentuk sendang bermacam-macam seperti lingkaran, persegi, segitiga dan lain-lain.

Sendang Candra Jati berarti bulan yang menerangi malam. Nama ini diberikan oleh sebuah Paguyuban Candra Jati. Diceritakan bahwa nama ini berasal langsung dari yang mahakuasa melalui perantara manusia. Sendang ini berada di kelurahan Banyuraden, dusun Sukunan yang sekarang menjadi kampong wisata lingkungan. Setiap malam selasa dan jumat digunakan untuk berendam.

Tradisi berendam berawal dari tuntunan perguruan yang ada di desa Bulawen, Sleman. Pada awalnya berendam dilakukan selama tujuh hari tujuh malam bahkan ada anjuran sampai empat puluh hari. Murid perguruan ini menerima tuntunan dari sang guru yang turun-temurun dilakukan. Pada akhirnya setelah keluar (lulus) murid-murid perguruan memiliki keinginan untuk melestarikan tradisi ini.

Pada tahun 1987 murid-murid perguruan mendapat petunjuk untuk melakukan berendam di daerah Klaten karena di sana terdapat banyak sendang. Untuk melestarikan tradisi ini maka mereka berangkat dari Yogyakarta menuju Klaten. Pada tahun 1998 terjadi kekacauan, suasana di Klaten sudah tidak aman akibat demo terhadap pemerintah orde baru sehingga memunculkan rasa takut dalam perjalanan. Selanjutnya sampai di Yogyakarta muncul rasa khawatir karena tidak dapat melestarikan tradisi ini. Akhirnya membuat sebuah paguyuban untuk mencari jalan keluar dengan mengadakan pertemuan dan saling bertukar pikiran.

Kemudian mereka mulai untuk mencari lokasi yang sesuai untuk membuat sendang. Mereka mencari dari daerah Sleman dan Bantul namun tidak mendapatkan tempat yang sesuai karena air yang ada didaerah tersebut kotor.

Pada akhirnya mereka menemukan tempat yang sesuai di daerah banyuraden milik seorang warga. Sebelum menjadi sendang tempat ini berupa Ibelik yaitu tempat pemandian umum berukuran kecil, di tempat ini terdapat sumber mata air yang jernih. Pada tahu 2002 mulailah dibangun sendang di atas tanah pinjaman dari warga tersebut. Dalam pembangunannya memerlukan biaya sampai Rp 20.000.000 yang berasal dari donator warga. Setelah sendang tersebut jadi maka dinamakan sendang Candra Jati tradisi ini dapat dilakukan kembali.

Tradisi berendam ini dilakukan setiap malam selasa dan jumat, berbeda dengan tuntunan yang menganjurkan untuk berendam selama empat puluh hari dari sang guru. Mereka mengaitkan dengan puasa senin-kamis yang mereka lakukan. Tradisi ini dilakukan pada pukul dua belas malam dan berlangsung selama satu jam. Ketika berendam hati harus tenang karena mereka percaya bahwa pada saat itu mereka sedang berkomunikasi langsung dengan Sang Mahakuasa. Dengan menggunakan udeng yaitu sejenis selendang yang didikat di kepala sebagai pelengkap tradisi. Sebelum berendam mereka niat terlebih dahulu agar selama berendam hati mereka menjadi tenang. Setelah menunjukkan pukul dua belas maka tanda berupa sirine dibunyikan. Berendam dimulai selama satu jam.

Adanya tradisi ini belum sepenuhnya diakui oleh masyarakat pada umumnya sehingga tradisi ini dilakukan hanya sebatas anggota paguyuban yang telah mengetahui tujuan dari tradisi ini. Tradisi ini diikuti oleh kurang lebih empat puluh orang yang terdiri dari pemuda dan orang dewasa dan hanya sekitar sepuluh orang yang memiliki kesungguhan. Mereka berasal dari berbagai kampong di Yogyakarta yang mempunyai kepercayaan yang sama. Dalam menjalankan tradisi ini mereka tidak menginginkan ilmu kebal dan sejenisnya atau kekayaan tetapi hanyalah rasa untuk melestarikan tradisi yang ada dalam kebudayaan Jawa.

Selanjutnya adalah penyalahgunaan sendang serta kendala yang dihadapi. Permasalahan yang ditimbulkan sebagian masyarakat adalah pembuangan sampah sembarangan di sekitar sendang, selain itu tempat untuk berpacaran, tempat untuk bolos, tempat untuk pelajar yang merokok dan lain-lain. Perlu disadari bahwa sendang memiliki manfaat apabila di rawat dengan baik. Selain itu perlu perhatian dari warga sekitar untuk menjaga keamanan di sekitar sendang. Selain itu sendang ini berada di tanah warga sehingga suatu saat akan dihilangkan sesuai dengan keinginan pemilik tanah.

Untuk perawatan sendang mereka menyesuaikan. Jika sendang kotor atau perlu diperbaiki maka anggota paguyuban bergotong royong untuk membersihkan atau memperbaiki kerusakan. Tidak ada jadwal khusus bagi para anggotanya, partisipasi masyarakat dalam merawat sendang sangat dibutuhkan karena masyarakat selain paguyuban juga memanfaatkan air sendang untuk mandi dan mencuci.

Kita sebagai masyarakat Yogyakarta perlu mengetahui banyak hal mengenai daerahnya dari kulit hingga ke akar budayanya. Sebagai penduduk kita juga wajib menghormati adanya tradisi dan budaya yang ada dalam masyarakat karena kita hidup ditengah masyarakat. Selain itu kita juga harus pandai memahami segala bentuk kegiatan yang menyangkut kebudayaan sehingga tidak menimbulkan kekhawatiran bagi yang melaksanakan tradisi.


Oleh : Muchlish Abdurrohim

.