Sabtu, 18 Februari 2012

OBAT BOSAN

keliling semarang ketika waktu luang, duduk di emperan jalan sambil membawa pena dan kertas. ga jelas emang,

lewat di gor jati diri, ternyata pagi-pagi sepi..


setelah itu lanjut masuk di kawasan taman budaya raden saleh..



sampai tengah siang.. trus kembali ke kosan lagi,

JOGUJA



gambar di seberang bakmi Jotho, dekat SMA N 1, gang menjangan sebelah selatan UMY lama. sambil nunggu bakmi mateng.. hoho

Kamis, 26 Januari 2012

Akhirnya nulis lagi, setelah sekian lama..
kali ini petualanganku berlanjut, diantara bukit, pohon-pohon yang rindang, dan semilir angin. namun kembali harus dihiasi oleh derasnya suara hujan, tapi tetap akan selalu ada cahaya yang muncul dari celah mendung.

entah dari mana aku bisa melihat gambaran masa depan, hal ini karena aku singgah di sebuah rumah kenangan. bisa dianggap rumah kenangan, karena nampak didalamnya tersimpan kotak memori dari sebuah kehidupan. memori yang indah bagi seorang nenek dimana baru saja kehilangan sang pahlawan hatinya.

ketika menjadi tua sepertinya tidak akan banyak berharap apa-apa lagi selain perhatian dari anak-anaknya. sebenarnya senang jika melihat anak-anaknya sukses, hal tersebut tidak dipungkiri lagi. orang tua selalu ingin yang terbaik untuk anak-anaknya. lambat laun, mereka menyksikan satu persatu dari anaknya akan 'pergi' untuk menjalani hidup. dan pada akhirnya mereka akan tinggal sendiri di rumahnya. mungkin akan datang setiap bulan, minggu, bahkan hari sebuah amplop dan bingkisan berisikan materi dari anak-anak mereka. tapi sebenarnya bukan itu yang mereka inginkan, mereka hanya ingin melihat wajah dan berbicara pada anak-anaknya secara langsung

teringat sebuah cerita, dimana hidup seorang ibu bersama dua orang anaknya yang tinggal di sebuah desa. anak pertama laki-laki memiliki cita-cita ingin menjadi fotografer terkenal, anak yang kedua perempuan ingin menjadi dokter. pada suatu ketika mereka berkumpul di ruang keluarga yang kecil dan sederhana. sambil bersandar pada ibunya mereka mengungkapkan keinginan mereka kelak ketika dewasa. sang ibu pun bangga dengan semua keinginan dari anak-anaknya, pada suatu hari anak laki-laki berkata pada ibunya sambil membawa selembar kertas.

"ibu, jika aku besar nanti kita akan berfoto bersama ya, tapi karena aku masih SD jadi hanya gambar ini, ini aku, adek, dan yang ini ibu hehe" sambil menunjukkan gambarannya pada ibunya.

si ibu pun tersenyum melihat gambaran dari anak laki-laki. walaupun begitu si ibu pun tetap memuji gambar anak laki-lakinya. dan pada saat yang bersamaan anak perempuannya bermain dokter-dokteran. kadang-kadang lucu juga karena si ibu berfikir justru ibulah yang menjadi dokter untuk anak-anaknya.

setelah dewasa anak-anak ibu sudah berhasil menggapai mimpinya, kakak sudah menjadi fotografer terkenal dan namanya selalu menjadi top foto majalah, ia tinggal di kota dan kadang harus pergi ke luar negeri. adek juga berhasil menjadi dokter spesialis dalam di kota. mereka berdua jadi sangat sibuk dan jarang untuk pulang ke desa. dari balik jendela si ibu pun menunggu dengan sabar kedatangan mereka, hanya rasa rindu yang mendalam tanpa bertemu. dan pada akhirnya ibu pun semakin tua. ia menghabiskan waktunya untuk duduk dan berbaring. walaupun ada telepon dan bisa menghubungi kapan saja namun ibu takut mengganggu pekerjaan anak-anaknya. hingga ajal menjemput..

dari cerita di atas jadikanlah sebuah renungan, dan jangan sia-siakan mereka.
hujan pun berhenti, dan akhirnya tibalah waktunya untuk pulang kembali ke kos untuk persiapan petualangan berikutnya.    

Selasa, 24 Januari 2012

Praktis bersama Acer Aspire S3


Aspire S3 SEO Contest LogoSaat ini segala yang bersifat ‘simple’ dan mudah menjadi sebuah pilihan bagi setiap orang. Dibutuhkan sesuatunya yang serba ringan, orang bilang sih enteng tapi berkualitas. Dalam hal teknologi contohnya, munculnya laptop menjadi hal yang memudahkan karena dapat dibawa ke mana-mana. Selanjutnya, perkembangan tablet pc menjadi sangat ramai. Tablet pc dinilai lebih praktis daripada menggunakan laptop, dan pada akhirnya banyak tablet pc yang menjadi incaran konsumen. Ditinjau dari segi operasionalnya tentu sangat berbeda antara tablet pc dengan laptop yang dapat menyediakan program-program kerja (mobile office). Nah, saatnya ultrabook/notebook menjadi sebuah sorotan baru. 


Para konsumen kini bertanya-tanya, apakah ada yang praktis namun memiliki kualitas tinggi? Acer menjawab pertanyaan itu sekaligus memenuhi kebutuhan akan perangkat laptop yang praktis yang penuh fitur tapi tetap compact dalam menunjang kegiatan dan produktivitas anda sehari-hari dengan sebuah produk ultrabook/notebook Acer Aspire S3.

Ultrabook Notebook Tipis Harga Murah Terbaik 




Kenapa praktis? Dilihat dari berbagai sudut Acer Aspire S3 terlihat ‘slim’ dengan ketebalan 33mm atau 0.51 inch. Dengan integrasi teknologi display 13.3” frame. Dengan berat kurang dari 3lb atau sekitar 0.453 kg. selain itu konektifitas yang sangat cepat sekitar 4 kali daripada notebook lain, karena Acer Aspire S3 secara mudah mengingat akses konektifitas anda. 


Hemat waktu dengan Acer Green Instant On. Letakkan Seri Aspire S dalam keadaan ‘sleep’, dan kembali hidup dalam waktu kurang dari 2 detik! Setelah 8 jam dalam mode sleep,atau setelah periode yang ditetapkan, notebook dalam kondisi sleep dapat menghemat baterai hingga 50 days. namun ketika akan digunakan kembali, Anda Aspire Seri S akan membuat semuanya terlihat persis seperti yang Anda tinggalkan! Seri Aspire S di desain dengan fitur yang membuat anda tetap nyaman bahkan ketika Anda menggunakan notebook selama berjam-jam pada suatu waktu. Desain aliran udara dengan saluran udara dari keyboard untuk menjaga notebook terus-menerus dingin, dan mengarahkan udara hangat ke belakang, jauh dari Anda. 


video:




Teknologi yang canggih akan membuat hidup lebih praktis, jadi pilihlah sesuatu yang berkualitas. Untuk harga cek disini kualitas oke harga hemat!!


http://www.acerid.com/

Minggu, 11 Desember 2011


PERPUSTAKAANKU


“Aku biasa menghabiskan waktu istirahatku untuk menjelajahi dunia. Ketika bel istirahat berbunyi maka segera aku langkahkan kakiku menuju tempat ini. Ukuran kotak dengan dengan pemandangan buku di setiap sudutnya. Perpustakaan sekolah memang sebuah tempat yang nyaman bagiku”. Kata salah satu siswa SMA di Yogyakarta. 

Seiring dengan perkembangan jaman, maka tuntutan fasilitas pendidikan pun semakin tinggi, salah satunya adalah kebutuhan siswa terhadap buku-buku sebagai sarana menambah wawasan yang tersedia di dalam perpustakaan. Perpustakaan dalam arti tradisional adalah sebuah koleksi buku dan majalah. Walaupun dapat diartikan sebagai koleksi pribadi perseorangan, namun perpustakaan lebih umum dikenal sebagai sebuah koleksi besar yang dibiayai dan dioperasikan oleh sebuah kota atau institusi, dan dimanfaatkan oleh masyarakat yang rata-rata tidak mampu membeli sekian banyak buku atas biaya sendiri. 

Sejarah perpustakaan di Indonesia tidak terlepas dari sejarah Indonesia. Sejarah Indonesia dapat di bagi menjadi beberapa periode berikut : 1. Zaman kerajaan lokal 2. Zaman kerajaan Islam 3. Zaman Hindia Belanda 4. Zaman Jepang 5. Periode pasca 1945, acapkali dibagi lagi menjadi Periode 1945-1959 Periode 1959-1965 Periode 1965- Pada pembagian di atas, tahun 1950 merupakan awal ancangan karena pada waktu itu pemerintah Ri mulai menyebarkan perpustakaan, khususnya perpustakaan umum dengan nama Taman Perpustakaan Rakjat ke seluruh indonesia. Perkembangan perpustakaan umum yang mula-mula menggembirakan itu akhirnya berakhir tragis dengan runtuhnya berbagai taman pustaka rakjat yang didirikan pada tahun 1950-an. Tonggak kebangkitan dimulai pada tahun 1969, dengan pembangunan lima tahun (pelita) pertama. Saat itu kegiatan perpustakaan tercakup di dalam rencana pembangunan hingga sekarang.  

Sebagai seorang pelajar maka kita dapat menilai bagaimana kualitas perpustakaan sebagai sarana fasilitas pendidikan. Penilaian dominan akan jatuh pada kondisi fisik perpustakaan terlebih dahulu, sebagai contoh bangunannya, tata letak ruangannya, serta kenyamanan berada dalam ruangan perpustakaan. Selanjutnya penilaian akan tertuju pada kualitas perpustakaan seperti kelengkapan koleksi buku, pengelolaan yang baik, serta sarana dan fasilitas tambahan. Sarana tembahan ini menjadikan perpustakaan semakin banyak dikunjungi. Misal adanya Televisi yang menayangkan secara langsung berita-berita dunia, adanya fasilitas tambahan seperti AC akan menambah kenyamanan bagi para pengguna perpustakaan. Kita harus menyadari bahwa perpustakaan merupakan upaya untuk memelihara dan meningkattkan efisiensi dan efektifitas proses belajar-mengajar. Perpustakaan yang terorganisasi secara baik dan sisitematis, secara langsung atau pun tidak langsung dapat memberikan kemudahan bagi proses belajar mengajar di sekolah tempat perpustakaan tersebut berada. Hal ini, terkait dengan kemajuan bidang pendidikan dan dengan adanya perbaikan metode belajar-mengajar yang dirasakan tidak bisa dipisahkan dari masalah penyediaan fasilitas dan sarana pendidikan.

Modernisasi perpustakaan mulai dilakukan di era 20-an. Pembuatan perpustakaan digital mempermudah siswa untuk mengakses melalui komputer pribadi. Perpustakaan digital adalah perpustakaan yang mempunyai koleksi buku sebagian besar dalam bentuk format digital dan yang bisa diakses dengan komputer. Jenis perpustakaan ini berbeda dengan jenis perpustakaan konvensional yang berupa kumpulan buku tercetak, film mikro (microform dan microfiche), ataupun kumpulan kaset audio, video, dll. Isi dari perpustakaan digital berada dalam suatu komputer server yang bisa ditempatkan secara lokal, maupun di lokasi yang jauh, namun dapat diakses dengan cepat dan mudah lewat jaringan komputer.

Definisi singkat dari perpustakaan digital adalah bentuk perpustakaan yang keseluruhan koleksinya memakai format digital yang disusun dalam sebuah arsitektur komputerisasi. Arsitektur ini disusun dalam sebuah proyek yaitu proyek perpustakaan digital. Penelitian proyek perpustakaan digital menggunakan WWW (World Wide Web) yang dihubungkan dengan jaringan internet sebagai media penyalur informasi utama. WWW memiliki banyak kelebihan yang didukung berbagai macam protokol komunikasi (HTTP, FTP, Gopher), penggunaan HTML sebagai bahasa standar markup, dan kelebihan pada GUI (Graphical User Interface).
Sebelum tahun 1960: Perpustakaan Tradisional

Pertengahan tahun 1960-1988 : perkembangan teknologi informasi dan jaringan yang dapat mengolah dokumen menjadi lebih mudah dan efisien dengan menggunakan perangkat lunak pengolah kata. Perpustakaan masih berkembang semi modern dengan menggunakan katalog indeks.

Tahun 1990 : berkembang teknologi internet yang mampu mengakses informasi dengan cepat. Katalog mengalami metamorfosis menjadi katalog elektronik yang lebih mudah dan lebih cepat dalam pencarian kembali koleksi yang disimpan di perpustakaan

Tahun 1991 : Proyek TULIP (The University Licensing Project), kerjasama beberapa universitas di Amerika dengan perusahaan Elsevier Science, meneliti tentang sistem pengumpulan dan penyimpanan data serta teknik pengaksesan perpustakaan digital.

September 1995 : Proyek NSF/ARPA/NASA merupakan lanjutan penelitian Proyek TULIP. Istilah perpustakaan digital digunakan untuk pertama kali dalam bidang pendigitalan dokumen dan pembangunan sistem untuk dokumen digital.
Pembuatan perpustakaan digital tidak menemui masalah selama dokumen yang diterima berupa file elektronik. Masalah muncul pada saat dokumen yang diterima berupa file non-elektronik, berupa kertas atau buku. Hal ini merupakan masalah utama yang dibahas pada proyek-proyek penelitian, khususnya dalam pembuatan perpustakaan digital dengan dokumen dari perpustakaan umum atau dari grey literature

Selanjutnya, hak cipta pada dokumen yang didigitalkan yang berupa mengubah dokumen menjadi digital dokumen, memasukkan digital dokumen ke database, mengubah digital dokumen ke hypertext dokumen. Hak cipta dokumen di jaringan komunikasi. Solusi masalah hak cipta telah dikembangkan dalam ECSM (Electronic Copyright Management System) yaitu sistem monitoring penggunaan digital dokumen oleh pengguna secara otomatis.

Masalah yang terjadi pada perpustakaan digital swasta yang menarik biaya setiap mengakses dokumen. Solusi masalah ini akan dikembangkan pada system electronic money
Dengan koleksi dan penemuan media baru selain buku untuk menyimpan informasi, banyak perpustakaan kini juga merupakan tempat penimpanan dan/atau akses ke map, cetak atau hasil seni lainnya, mikrofilm, mikrofiche, tape audio, CD, LP, tape video dan DVD, dan menyediakan fasilitas umum untuk mengakses gudang data CD-ROM dan internet.
Oleh karena itu perpustakaan modern telah didefinisikan kembali sebagai tempat untuk mengakses informasi dalam format apa pun, apakah informasi itu disimpan dalam gedung perpustakaan tersebut atau tidak. Dalam perpustakaan modern ini selain kumpulan buku tercetak, sebagian buku dan koleksinya ada dalam perpustakaan digital (dalam bentuk data yang bisa diakses lewat jaringan komputer). Kita sebagai seorang siswa ikut serta dalam merawat perpustakaan yang sudah ada serta menjaga sarana dan fasilitas yang diberikan dan menggunakan perpustakaan sesuai dengan fungsinya secara bijak.

Sumber: 

.