Minggu, 10 Agustus 2014

ABSTRAK


Bioremidiasi merupakan teknik rehabilitasi lingkungan yang tercemar limbahataupun produk-produk industri, dengan memanfaatkan aktivitas mikroorganisme untuk menguraikan pencemar tersebut menjadi bentuk yang lebih sederhana, tidak berbahaya dan memberikan nilai tambah bagi lingkungan.Bioremididasi merupakan cara menghilangkan polutan secara alami dan merupakan teknik yang aman dan murah karena tidak harus menggali tanah atau memompa air tercemar ke permukaan.
Limbah minyak yang dihasilkan oleh PT. Pertamina salah satunya berupa limbah padat tanah terkontaminasi tumpahan minyak di sekitar lokasi eksplorasi.Limbah ini digolongkan dalam kategori limbah B3. Bakteri Pseudomonas sp dan Bacillus subtilis merupakan contoh mikroorganisme yang dapat dimanfaatkan untuk proses degradasi hidrokarbon secara alami.
Penelitian ini dilakukan dengan beberapa tahapan: 1) Persiapan alat dan bahan 2) Pengembangbiakan kultur bakteri Pseudomonas sp dan Bacillus subtilis,  3) Proses Bioremidiasi, 4) Analisa TPH, 5) Analisa hasil. Sasaran yang diharapkan dari penelitian ini adalah a)mengetahui potensi kultur campuran dan perbandingan kultur campuran optimumPseudomonas sp dan Bacillus subtilissebagai biosurfaktan pada proses bioremediasi tanah cemaran minyak bumi, b) Mengetahui hasil proses bioremediasidari penggunaan kultur campuran Pseudomonas sp dan Bacillus subtilis pada media tanah cemaran minyak bumi
Penelitian ini dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu, Persiapan alat dan bahan, Pengembangbiakan kultur bakteri Pseudomonas aeruginosa dan Bacillus subtilis,Proses Bioremidiasi, Analisa TPH dan Analisa hasil menggunakan gas kromatografi. Volume starter yang digunakan adalah 10% (v/v) dengan perbandigan kultur Pseudomonas aeruginosa dan Bacillus subtilis adaalah 5:5 (A), 6:4 (B), 4:6 (C) dan 8:2 (D) dan kadar minyak pada media land farming yang digunakan 2%(w/w) , 6% (w/w) dan 15% (w/w).
Pada penelitian ini di didapatkan hasil degradasi minyak bumi terbaik yang didapat mencapai 97,33% dengan perbandingn kultur campuran Pseudomonas aeruginosa dan Bacillus subtilis 8:2 (D) pada media land farming 15% (w/w). Berdasarkan analisa anava tidak ada pengaruh yang signifikan pada penggunaan kadar minyak yang berbeda . Hasil dari analisa kromatografi gas mengindikasikan bahwa proses bioremidiasi masih berlangsung dengan adanya senyawa alkohol. Disarankan untuk menggunakan metode FTIR dalam proses bioremidiasi untuk mengetahui komponen terdegrasi dari minyak bumi secara akurat.Melakukan penelitian lanjut mengenai pengaruh pH dan Suhu. Menjaga ketelitian dan berhati-hati di dalam percobaan.


Kata Kunci : Bioremediasi, Cemaran minyak, Pseudomonas aeruginosa, Bacillus subtilis

dan akhirnya kelar juga ...

Tidak ada komentar:

.