Bioremidiasi merupakan teknik rehabilitasi
lingkungan yang tercemar limbahataupun
produk-produk industri, dengan
memanfaatkan aktivitas mikroorganisme untuk menguraikan pencemar tersebut
menjadi bentuk yang lebih sederhana, tidak berbahaya dan memberikan nilai
tambah bagi lingkungan.Bioremididasi merupakan cara menghilangkan
polutan secara alami dan merupakan teknik yang aman dan murah karena tidak
harus menggali tanah atau memompa air tercemar ke permukaan.
Limbah minyak yang
dihasilkan oleh PT. Pertamina salah satunya berupa limbah padat tanah
terkontaminasi tumpahan minyak di sekitar lokasi eksplorasi.Limbah ini
digolongkan dalam kategori limbah B3. Bakteri Pseudomonas sp dan
Bacillus subtilis merupakan contoh mikroorganisme yang dapat dimanfaatkan untuk
proses degradasi hidrokarbon secara alami.
Penelitian
ini dilakukan dengan beberapa tahapan: 1) Persiapan alat dan bahan 2) Pengembangbiakan
kultur bakteri Pseudomonas sp dan Bacillus subtilis, 3) Proses Bioremidiasi,
4) Analisa TPH, 5) Analisa hasil. Sasaran yang diharapkan dari penelitian
ini adalah a)mengetahui potensi
kultur campuran dan perbandingan kultur campuran optimumPseudomonas sp dan Bacillus subtilissebagai biosurfaktan pada proses bioremediasi tanah
cemaran minyak bumi, b) Mengetahui hasil proses
bioremediasidari penggunaan kultur campuran Pseudomonas sp dan Bacillus subtilis pada media tanah
cemaran minyak bumi
Penelitian
ini dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu, Persiapan alat dan bahan, Pengembangbiakan
kultur bakteri Pseudomonas aeruginosa dan
Bacillus subtilis,Proses Bioremidiasi, Analisa TPH dan Analisa hasil menggunakan gas kromatografi. Volume
starter yang digunakan adalah 10% (v/v) dengan perbandigan kultur Pseudomonas
aeruginosa dan Bacillus subtilis adaalah 5:5 (A), 6:4 (B), 4:6 (C) dan 8:2 (D) dan kadar minyak pada
media land farming yang digunakan 2%(w/w) , 6% (w/w) dan 15% (w/w).
Pada
penelitian ini di didapatkan hasil degradasi minyak bumi terbaik
yang didapat mencapai 97,33% dengan perbandingn kultur
campuran Pseudomonas aeruginosa dan
Bacillus subtilis 8:2 (D) pada media land farming 15%
(w/w). Berdasarkan analisa anava tidak ada pengaruh yang signifikan pada
penggunaan kadar minyak yang berbeda . Hasil dari analisa kromatografi
gas mengindikasikan bahwa proses bioremidiasi masih berlangsung dengan adanya
senyawa alkohol. Disarankan
untuk menggunakan metode FTIR dalam proses bioremidiasi untuk mengetahui
komponen terdegrasi dari minyak bumi secara akurat.Melakukan penelitian lanjut
mengenai pengaruh pH dan Suhu. Menjaga ketelitian dan berhati-hati di dalam
percobaan.
Kata Kunci : Bioremediasi, Cemaran minyak, Pseudomonas
aeruginosa, Bacillus subtilis
dan akhirnya kelar juga ...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar