Minggu, 10 Agustus 2014

NGEBOLANG KE BALI

Akhir Maret 2014 nampaknya menjadi momen mengesankan bagiku, betapa tidak aku memberikan sendiri predikat “mbolang nekat” untuk aku dan satu orang lagi Iyan. Di bulan inilah kami merealisasikan rencana iseng untuk jalan-jalan ke Bali. Tadinya rencana ini dibuat oleh tiga orang yaitu aku, iyan, dan satu orang Tio yang tidak bisa ikut dalam perjalanan kami dikarenakan ada urusan di Yogyakarta.

Pilihan ini terbesit begitu saja, apalagi iyan seorang traveller sejati. Pengalamannya ketika berada di kupang tahun 2013 menjelajah NTT hingga pernah nge-gembel di Sulawesi menjadi modal gila untuk perjalanan ini. Aku sendiri paling jauh hanya sampai Semarang-Cilacap, menurutku ngga terlalu payah untuk mengulangi lagi dan kali ini hingga bali.
Memang pantai Bali sudah menjadi tempat wisata populer bagi turis baik mancanegara maupun lokal, tetapi gregetnya adalah perjalanan kita dari Semarang sampai ke sana yang kita tempuh dengan menunggangi betty, motor yang kita pakai. Saking tangguhnya kita menjulukinya dengan sebutan ‘Sir Betty’ atas jasa-jasanya mengantarkan kita hingga sampai ke pulau dewata dalam waktu 16 jam non-stop. Jangan dibayangkan Betty adalah motor gede yang memang didisain untuk perjalanan jauh. Lihatlah sosoknya melalui foto narsis betty.
Persiapan kami juga hanya sederhana. Aku sendiri hanya membawa tas seukuran tas sekolah berisi 2 kaos dan 2 celana pendek serta alat mandi. Karena prinsip kami emang ngga mau ribet dengan penampilan, toh tujuan kami adalah pantai. Kami berangkat Kamis 27 Maret 2014 jam 9 pagi dengan bantuan sebuah peta jawa-bali. Kami melewati rute tengah pulau Jawa. Semarang, Sragen, Ngawi, Madiun, Mojokerto, Pasuruan, Probolinggo, Situbondo Banyuwangi.


Perjalanan kami semakin wah ketika kami melewati hutan Situbondo dengan jarak hampir 3 jam panjangnya. Waktu itu tengah malam dan jalanan pun sepi. Aku menyuruh iyan untuk sesering mungkin menengok ke belakang takut ada penjahat. Sebelumnya kami memutuskan untuk mencari penginapan di Probolinggo, namun karena kata Ibu-ibu penjual warung mengatakan situbondo ramai maka kami tetap meneruskan perjalanan. Namun kenyataannya brrrrr.

Paiton Power Station, Probolinggo, Jawa timur
Setelah 16 jam kami sampai di Pelabuhan Ketapang. Setelah sampai di Pelabuhan Gilimanuk kami lantas istirahat selama lima jam di masjid sekitar pelabuhan. Adzan subuh menggugah, kemudian kami membersihkan badan karena asap kendaraan yang menempel dan membuat wajah kami menjadi hitam selama perjalanan panjang di pulau jawa. Kemudian selesai sholat subuh kami lanjutkan perjalanan menuju pusat kota untuk mencari sarapan.


Pukul 9 pagi kami tiba di Denpasar, pada saat itu kondisi di sana sedang gerimis dan nekatnya kami berteduh di Bandara Ngurah rai untuk. Kesempatan ini kami gunakan untuk  mandi dan istirahat. Lucunya objek wisata mana yang akan dikunjungi selama di Bali belum kami rencanakan. Akhirnya kami memutuskan ke pantai yang paling populer yakni Kuta sambil menikmati indahnya sunset.
Sunset di Kuta, Bali

Seperti biasa, Kuta sangatlah ramai walaupun bukan pada saat liburan. Pantai ini tetap menjadi pantai terbanyak pengunjung versi kami dibandingkan pantai yang akan kami jumpai selama perjalanan kami di Bali.
Keindahan sun-set di kuta memang sangat terkenal, apalagi kawasan di pantai kuta yang mendukung dengan banyaknya hiburan malam, restoran, toko dll mengundang minta turis untuk mengunjungi pantai ini.
Malam harinya kami tidur di rumah makan yang buka 24 jam masih di kawasan Denpasar, tidur dengan cara duduk dan bersandar di bangku. Memang kurang nyaman tapi positifnya kami menghemat uang penginapan.

Jam 3 pagi kami menuju pantai Nusa Dua melewati jalan tol baru yang dibuat di pesisir timur pulau Bali. Kami sampai sebelum sun-rise dan berharap dapat menikmatinya. Sayang sekali hanya iyan yang dapat menikmati sun-rise tersebut karena aku lelah dan tertidur di atas pasir.
  
Sunrise Nusa Dua, Diambil oleh Iyan
Sementara aku...

   Hingga pagi...
Kemudian kami menuju Padang-Padang Beach

Melewati goa batu sebelum sampai di Padang-Padang Beach, Pantai ini biasa digunakan oleh BULE untuk surfing. Hampir tidak ada turis lokal di pantai ini.

Itu adalah iyan, hehe maaf iyan yang sedang berenang. Karena pagi hari ombak di Padang-Padang belum muncul. Kami berenang sekalian mandi. Pemandangan pantai padang-padang juga sangat indah dengan ukurannya yang minimalis dan beberapa tumpukan batu karang yang membatasi seolah seperti kolam renang.

Dari padang-padang kami ke Dreamland yang katanya ngga kalah indah. Berikut penampakannya.


Inilah sosok iyan sang beach hunter masih di Dreamland


Hari ke 3 kami dibali, mencari penginapan di daerah denpasar, dapat penginapan dengan harga murah 50ribu per malam. Kemudian kami melanjutkan wisata ke Tanah Lot

Beruntung kami dapat menyeberang ke pura. Biasanya pura ini terpisahkan oleh air laut pasang.

Keindahan sunset pantai Tanah Lot, Bali diambil oleh iyan:

Hari ke 4, Snorkling!! Daerah pantai karang asem




Hari ke 5, Lovina.. sekalian pulang ke semarang
 
 
dan yang terakhir eng ing eng....

Si Betty yang memiliki mental baja.


Itulah perjalanan Kami, Selain pantai di atas masih banyak keindahan alam pantai di Indonesia yang ingin dikunjungi. Selama kami haus dalam perjalanan kami membeli Liang teh cap panda. Yang membuat tenggorokan adem dan menjaga mood kami untuk tetap bersemangat menyusuri pantai Bali. Untuk biaya perjalanan 600 ribu satu oarng dengan rincian untuk satu orang

Bayar
Rp
berapa kali
Total
isi bensin di Jawa
20000
5
100000
isi bensin di bali
10000
5
50000
makan di bali
15000
12
180000
makan di jawa
15000
4
60000
tiket tanah lot
10000
1
10000
Penginapan
25000
2
50000
jajan
10000
5
50000
masuk banaran
13000
1
13000
kolam renang situbondo
13000
1
13000



526000


http://wisata.kompasiana.com/jalan-jalan/2014/08/10/gregetnya-semarang-bali-naik-motor-672492.html

Tidak ada komentar:

.