Akhir Maret 2014 nampaknya menjadi momen mengesankan bagiku, betapa tidak
aku memberikan sendiri predikat “mbolang nekat” untuk aku dan satu orang lagi
Iyan. Di bulan inilah kami merealisasikan rencana iseng untuk jalan-jalan ke
Bali. Tadinya rencana ini dibuat oleh tiga orang yaitu aku, iyan, dan satu
orang Tio yang tidak bisa ikut dalam perjalanan kami dikarenakan ada urusan di
Yogyakarta.
Pilihan ini terbesit begitu saja, apalagi iyan seorang traveller sejati.
Pengalamannya ketika berada di kupang tahun 2013 menjelajah NTT hingga pernah
nge-gembel di Sulawesi menjadi modal gila untuk perjalanan ini. Aku sendiri
paling jauh hanya sampai Semarang-Cilacap, menurutku ngga terlalu payah untuk mengulangi
lagi dan kali ini hingga bali.
Memang pantai Bali sudah menjadi tempat wisata populer bagi turis baik
mancanegara maupun lokal, tetapi gregetnya adalah perjalanan kita dari Semarang
sampai ke sana yang kita tempuh dengan menunggangi betty, motor yang kita
pakai. Saking tangguhnya kita menjulukinya dengan sebutan ‘Sir Betty’ atas
jasa-jasanya mengantarkan kita hingga sampai ke pulau dewata dalam waktu 16 jam
non-stop. Jangan dibayangkan Betty adalah motor gede yang memang didisain untuk
perjalanan jauh. Lihatlah sosoknya melalui foto narsis betty.
Persiapan kami juga hanya sederhana. Aku sendiri hanya membawa tas seukuran
tas sekolah berisi 2 kaos dan 2 celana pendek serta alat mandi. Karena prinsip
kami emang ngga mau ribet dengan penampilan, toh tujuan kami adalah pantai.
Kami berangkat Kamis 27 Maret 2014 jam 9 pagi dengan bantuan sebuah peta
jawa-bali. Kami melewati rute tengah pulau Jawa. Semarang, Sragen, Ngawi,
Madiun, Mojokerto, Pasuruan, Probolinggo, Situbondo Banyuwangi.
Perjalanan kami semakin wah ketika kami melewati hutan Situbondo dengan
jarak hampir 3 jam panjangnya. Waktu itu tengah malam dan jalanan pun sepi. Aku
menyuruh iyan untuk sesering mungkin menengok ke belakang takut ada penjahat.
Sebelumnya kami memutuskan untuk mencari penginapan di Probolinggo, namun
karena kata Ibu-ibu penjual warung mengatakan situbondo ramai maka kami tetap
meneruskan perjalanan. Namun kenyataannya brrrrr.
Paiton Power Station,
Probolinggo, Jawa timur
Setelah 16 jam kami sampai di Pelabuhan Ketapang. Setelah sampai di
Pelabuhan Gilimanuk kami lantas istirahat selama lima jam di masjid sekitar
pelabuhan. Adzan subuh menggugah, kemudian kami membersihkan badan karena asap
kendaraan yang menempel dan membuat wajah kami menjadi hitam selama perjalanan
panjang di pulau jawa. Kemudian selesai sholat subuh kami lanjutkan perjalanan
menuju pusat kota untuk mencari sarapan.
Pukul 9 pagi kami tiba di Denpasar, pada saat itu kondisi di sana sedang
gerimis dan nekatnya kami berteduh di Bandara Ngurah rai untuk. Kesempatan ini
kami gunakan untuk mandi dan istirahat.
Lucunya objek wisata mana yang akan dikunjungi selama di Bali belum kami
rencanakan. Akhirnya kami memutuskan ke pantai yang paling populer yakni Kuta
sambil menikmati indahnya sunset.
Sunset di Kuta, Bali
Seperti biasa, Kuta sangatlah ramai walaupun bukan pada saat liburan.
Pantai ini tetap menjadi pantai terbanyak pengunjung versi kami dibandingkan
pantai yang akan kami jumpai selama perjalanan kami di Bali.
Keindahan sun-set di kuta memang sangat terkenal, apalagi kawasan di pantai
kuta yang mendukung dengan banyaknya hiburan malam, restoran, toko dll
mengundang minta turis untuk mengunjungi pantai ini.
Malam harinya kami tidur di rumah makan yang buka 24 jam masih di kawasan
Denpasar, tidur dengan cara duduk dan bersandar di bangku. Memang kurang nyaman
tapi positifnya kami menghemat uang penginapan.
Jam 3 pagi kami menuju pantai Nusa Dua melewati jalan tol
baru yang dibuat di pesisir timur pulau Bali. Kami sampai sebelum sun-rise dan
berharap dapat menikmatinya. Sayang sekali hanya iyan yang dapat menikmati
sun-rise tersebut karena aku lelah dan tertidur di atas pasir.
Sunrise Nusa Dua, Diambil oleh
Iyan
Sementara aku...
Hingga pagi...
Kemudian kami menuju Padang-Padang Beach
Melewati goa batu sebelum sampai
di Padang-Padang Beach, Pantai ini biasa digunakan oleh BULE untuk surfing. Hampir tidak ada turis lokal di
pantai ini.
Itu adalah iyan, hehe maaf iyan
yang sedang berenang. Karena pagi hari ombak di Padang-Padang belum muncul. Kami
berenang sekalian mandi. Pemandangan pantai padang-padang juga sangat indah
dengan ukurannya yang minimalis dan beberapa tumpukan batu karang yang
membatasi seolah seperti kolam renang.
Dari padang-padang kami ke Dreamland yang katanya ngga kalah
indah. Berikut penampakannya.
Inilah sosok iyan sang beach hunter masih di Dreamland
Hari ke 3 kami dibali, mencari penginapan di daerah denpasar, dapat
penginapan dengan harga murah 50ribu per malam. Kemudian kami melanjutkan
wisata ke Tanah Lot
Beruntung kami dapat menyeberang ke pura. Biasanya pura ini terpisahkan
oleh air laut pasang.
Keindahan sunset pantai Tanah
Lot, Bali diambil oleh iyan:
Hari ke 4, Snorkling!! Daerah pantai karang asem
Hari ke 5, Lovina.. sekalian
pulang ke semarang
dan yang terakhir eng ing eng....
Si Betty yang memiliki mental
baja.
Itulah perjalanan Kami, Selain pantai di atas masih banyak keindahan alam
pantai di Indonesia yang ingin dikunjungi. Selama kami haus dalam perjalanan
kami membeli Liang teh cap panda. Yang membuat tenggorokan adem dan menjaga
mood kami untuk tetap bersemangat menyusuri pantai Bali. Untuk biaya perjalanan
600 ribu satu oarng dengan rincian untuk satu orang
Bayar
|
Rp
|
berapa kali
|
Total
|
isi bensin di Jawa
|
20000
|
5
|
100000
|
isi bensin di bali
|
10000
|
5
|
50000
|
makan di bali
|
15000
|
12
|
180000
|
makan di jawa
|
15000
|
4
|
60000
|
tiket tanah lot
|
10000
|
1
|
10000
|
Penginapan
|
25000
|
2
|
50000
|
jajan
|
10000
|
5
|
50000
|
masuk banaran
|
13000
|
1
|
13000
|
kolam renang situbondo
|
13000
|
1
|
13000
|
526000
|

Tidak ada komentar:
Posting Komentar