Sabtu, 09 April 2011

DUNIA JEMPALITAN


Benar-benar sakit,
Waktu itu aku masih kelas 2 SMP, dan waktu hancur-hancurnya. ini sebuah pengakuan ketika aku masuk di dalam komunitas anak-anak yang bisa dibilang anak-anak badung -sorry my prend- ya, mereka punya hobby mbolos lah, ngrokok, berantem, dan sebagainya. tapi untuk rokok aku punya prinsip, NO SMOKING, artinya waktu itu aku bangun prinsipku sendiri bahwa anak bandel ga harus ngrokok. walaupun temen-temenku mempengaruhi tapi aku masih bisa membentengi dan mereka memahami. tapi untuk masalah berantem tetep suka, apalagi ngeliat orang dipukuli rasanya puas banget. Mungkin itu yang membuat penampilanku menjadi dipandang anak yang agak bandel walaupun cuman ikut-ikutan.. Waktu pelajaran dimulai, aku sering berangkat telat dengan kemeja berantakan dan dikeluarkan. Guru pun seperti biasa selalu menegur dan teguran itu tak menyadarkanku.

Aku masih ingat ketika setiap kami bolos pelajaran, kami kumpul di wrung dekat sekolah. ada sebuah ruangan dimana dalam ruangan itulah teman2ku bersembunyi, dan seperti biasa ngobrol sambil 'udad udud ida idu' menghisap rokok.

Itu aku anggap sebagai sebuah pelajaran, tapi di sisi lain aku mengamati dan merasakan bagaimana rasanya menjadi anak yang bandel. Aku merasa lebih dekat dengan anak2 yang bandel dari pada mereka yang hobbynya cuman menghabiskan waktu ke Perpustakaan dan ngobrol soal pelajaran, hal itu aku anggap sesuatu yang membosankan.

Nyata, aku yang bandel dan jarang belajar bisa di panggil untuk masuk ke klub sains dan masuk bidang matematika.. dengan dalih nilai rapot yang bagus, tapi kesempatan itu aku buang sia-sia. aku jarang menghadiri pertemuan klub itu, Sampai aku tidak merasakan kekecewaan pada waktu itu ketika aku tak masuk seleksi olimpiade matematika tingkat SMP se-kota untuk mewakili sekolah.

Penyesalan datang di akhir...
kelas 3 smp, seperti biasa semua rutinitas kelas 2 waktu itu aku terapkan, tak sadar bahwa sebentar lagi UNAS. tapi ada salah satu pelajaran yang aku tak lagi bolos, dan malah semakin tertarik untuk mengikuti. Agama, waktu itu membahas tentang hari kiamat, karena penasaran maka aku tak ingin meninggalkan kelas agama.
guru itu menjelaskan tanda-tanda hari kiamat berdasarkan sumber Al-Quran dan Hadits, tanda-tandanya banyak, satu ketika anak durhaka pada orang tua, dua dan seterusnya. cukup merinding mendengarkan penjelasan dari guru itu, pokoknya dunia benar-benar jempalitan sampai pada akhirnya matahari terbit dari barat. Aku berfikir bagaimana maahari terbit dari barat, kalau begitu bumi membalik arah putarannya, kebetulan aku pernah belajar hukum Newton satu yang bunyinya "jika resultan gaya yang bekerja pada benda yang sama dengan nol,maka benda yang mula2 diam akan tetap diam. Benda yang mula2 bergerak lurus beraturan akan tetap lurus beraturan". kalau bumi tiba-tiba membalik putaran maka isi bumi akan mental semua. kacau...

Sampai rumah aku masih memikirkan bagaimana jika kiamat nanti. takut, gelisah dan sebagainya. Aku tertidur .. sampai masuk ke mimpi, mengerikan!!!
waktu bangun dari tidur aku lihat jam wah sudah jam 5, dan aku harus siap-siap sekolah. Aneh ketika aku keluar hendak berangkat sekolah aku melihat ke arah Barat, aku sekejap lumpuh dan meletakkan lututku ke tanah, aku sujud minta ampun, sambil teriak aku tobat... ayahku ke luar rumah dan bingung melihat keadaanku.
Ayah ma..ma..tahari yah, ada di barat!!! aku katakan pada ayah
ayah masih bingung,
"kamu sore-sore pakai baju seragam mau kemana? kenapa teriak-teriak? ada yang aneh dengan mataharinya?" kata ayah
"jadi ini sore hari ya?" aku bersyukur kalau aku masih diberi kesempatan. Aku tobat, dan lebih memiliki tujuan hidup. aku harus menjadi orang yang berguna, aku lebih serius untuk sekolah karena amanah dari orang tua.

Setelah itu pengumuman kelulusan, dan Alhamdulillah rata-rata nem 9, aku tadinya tidak percaya, aku yang tidak bisa mengerjakan soal bahasa Indonesia malah yangpaling bagus nilai bahasa Indonesianya, dengan jujur lagi. akhirnya aku diterima di salah satu SMA faforit di Djogjakarta. kadang sesuatu yang datang secara spontan akan mengubah pola pikir kita, tapi bukan berarti harus menunggu sasuatu yang datang secara tiba-tiba, untuk merubah pandangan hidup mesti perlu tahapan-tahapan. Sukses lah selalu untuk teman-temanku, khususnya teman-teman 'nongkrong' waktu SMP!!

Jumat, 08 April 2011

IKUTI KEMANA ANGIN MALAM BERHEMBUS

Hari itu Rabu 6 Maret 2011, selain sebagai mahasiswa aku juga mencari pengalaman menjadi tentor les privat. iseng-iseng sekalian jalan-jalan tapi tetep produktif hehe (alibi). Rabu merupakan hari yang sibuk (bagiku tentunya) bagaimana tidak, jam 8 pagi jadwal praktikum ku.. selanjutnya kuliah dari jam 1pm sampe jam 4pm. selanjutnya mulailah rutinitas sebagai tentor les privat. jam 6.30pm aku berangkat dari kost, jarak 10 km sepertinya harus aku tempuh, tapi karena niat emang mau ngilangin penat 10 km tak terasa bagiku. Namun apes ujian tahap pertama harus dilewati untuk sampai di tempat mengajar. Gerimis sore itu, harus menuruni jalanan yang licin (tempat itu biasa disebut Sigar Bencah aku tak tau kenapa dinamai itu) saking licinnya motorku terpeleset dan untung jatuh di rumput jadi tak ada cidera, dalam hati hanya bisa meringis geli hhe. Perjalananpu ku lanjutkan.

Mengajar merupakan sesuatu yang menyenangkan bagiku, aku sebagai tentor privat matematika tapi jangan salah, aku adalah orang yang biasa-biasa aja, aku masih ingat ketika muridku (anggap sebagai teman belajarku) bercerita waktu pertama kali membayangkan tentor barunya, dikiranya tentor matematika orangnya berkacamata tebal, dan membawa kumpulan rumus dengan jumlah halaman ribuan. Ia hampir tak percaya aku yang datang dengan pakaian santai sambil senyum-senyum sendiri sebagai tentor barunya (mungkin penampilanku kurang meyakinkan hhe).
"ni orang kayak mau minta sumbangan"

Entah kenapa jika melihat senyuman orang yang 'mudeng' (paham) setelah mendengarkan penjelasanku rasa puas ada dalam diri. Biar ga stress kadang disela-sela mengajar kasih lawakan garing, haha. untuk mengalihkan perhatian supaya yang dipikirkan tidak hanya seputar angka, lambang dan sebagainya, takut dia mati konyol jika terus memikirkannya. cerita-cerita selingan pun dilontarkan dan semua berjalan dengan lancar. aku bersyukur karena aku berguna, dan aku mesti banyak belajar lagi untuk terus berkembang

malam pun menyambut senja, pukul 8pm aku selesai mengajar. seperti biasa statr motor langsung say good bye (???). tentunya pamitan dengan muka serius sambil berkata "semangat terus dan semoga sukses" kata-kata itu hampir setiap kali selesai selalu kuucap. intinya semoga dia semangat dan sukses
gerimis tak kunjung reda, nyanyian angin serasa irama, aku ikuti arah hembusannya.
karena malam aku pulang tanpa lewati 'sigar bencah' aku ambil jalur lain mengarah ke kota. Naik motor hampa jika berfikiran kosong atau hanya serius pada jalanan, maka kulempar pandanganku di setiap sudut kota. wah ternyata malam hari begitu indah, kelip lampu-lampu gedung-gedung tinggi menjadi penerang malam itu. Dimana-mana deru motor melintas, aku teringat pada senyuman manis seorang wanita (loh? kog sampai sini?) karena asik mengikuti gerak motor melaju sampai-sampai aku tak tau ada di mana, aku tak setuju jika waktu itu dibilang aku tersesat, tapi kenyataan memang tak bisa dipungkiri.

Menurut KBBI tersesat adalah di mana kita tak tahu arah tujuan kita (nenek-nenek salto juga tau). aku tanya pada sang pedagang kaki lima.
Mas ada MIJON (mizone) maklum haus dari tadi belum minum,
"eh mas, saya ada di mana?"
"di dunia" kata mas-mas itu.
itulah dunia dimana sesuatu yang kita senangi dapat membuat kita terlena dan lupa akan arah yang kita tuju
(paragraf di atas hanya improvisasi)

eh, mas Banyumanik (menuju kost) ke arah mana?
"itu ke timur dik, 25 km lagi" kata sang PKL

akhirnya aku harus ke arah timur lagi, hampir sampe banyumanik ban motor bocor kena paku gede. yah nasib harus menuntun naik ke atas karena jalan menanjak, keringat mengucur deras.
wah malam itu benar-benar malam yang melelahkan, seperti biasa transit di kost-an teman buat melanjutkan laporan. lalu pulang untuk tidur.

Rabu, 06 April 2011

Lirik Lagu Ada Band Setingginya Nirwana

saat kembali memelukmu
berurai rasa yg semakin mendalam
kuingin dirimu masih sisakan masa lalu
cintaku setinggi-tingginya nirwana
*courtesy of LirikLaguIndonesia.net
mungkin hatimu mempertanyakan
ada kepastian di lubuk jiwaku
ku telah bersumpah setia
berikrar denganmu
takkan hempaskanmu yg kedua kalinya

reff: cinta jangan kau tinggalkan aku
leburkan ke dalam kepedihan
maafkan aku yg sempat melukaimu

cinta kau harus ampuni aku
atas segala cintaku yg dulu
tiada pantas kah
untuk kembali memulainya

kau bagai bintang terasa
arahkan jiwa yg terlenakan dunia
ampuni mata ini tak mampu melihat
ke dalam cintamu sesungguhnya

repeat reff

dirimu selalu berikan keindahan nyata
di seluruh lini hidup memancarkannya

KUE HITAM ITU AKU TERIMA

Setelah selesai tertawa dan bersenang-senang dengan petualanganku, maka muncul kisah yang lain. dimana jika aku mengingat ini aku akan marah. tapi ga masalah, semua telah berlalu..

seragam kuning inilah yang aku idam-idamkan, bertuliskan Taman Kanak-Kanak..
tapi masih terpengaruh dengan pengalaman sebelumnya dimana aku ditempatkan di playgroup dimana tempat itu sangat membosankan bagiku. aku harap tempat ini beda, kokok ayam sahut-sahutan menyambut mentari pagi bersinar di ufuk timur. fajar menyingsing dan tlah siap barisan putera-puteri untuk melangkah awal ke tahap masa depan. wah berlebihan sekali kata-kata saya...

lonceng berbunyi tanda masuk kelas, aku yang masih menggenggam jari kelingking ibu merasa berada di lingkungan asing saat itu, ketika aku di antar masuk maka ada yang meneriaki ku "awas ada anak baru" rupanya dia adalah teman-temanku. ku buka mataku lebar-lebar memandangi se-isi ruangan, "mereka besar-besar" batinku. maklum usiaku waktu itu masih 3,5 tahun dan mereka rata-rata 5 tahun. aku dipandang kecil waktu itu..

aku merasakan ada yang lain dari tatapan mereka, itu merupakan tatapan yang mengerikan. dalam sekejap ibu meninggalkanku dan guru mengajaiku melambaikan tangan tapi perhatianku masih terfokus pada seisi ruangan yang menatapku dengan aneh.

hal itu pun terjadi...

pelajaran dimulai, kami bernyanyi, bermain dan bersuka cita hingga terdengar lonceng tanda istirahat. setiap murid diberikan jajanan yang terbungkus plastik cantik, cukup aman dari pada jajan sembarangan. istirahat aku ke luar kelas dan duduk di ayunan, sebagai murid pindahan (dari play group) dan masih kalah usia aku dianggap paling lemah. satu kejadian ketika aku sedang asik makan di atas ayunan tiba-tiba seorang anak menghampiri..

Aku merasa takut karena badannya gendut dan besar. Terlihat jelas ketika badannya yang hitam memayungi seluruh tubuhku dari sinar matahari. sambil mengepalkan tangan ia memukulku sampai jatuh dan mengambil makananku. aku tak tau aku salah apa, tapi aku lebih mengalah karena takut. hal itu aku anggap sebagai bullying pertamaku di masa kecil. setiap hari aku harus menyerahkan jajananku padanya dan setelah itu pukulan demi pukulan dilayangkan. aku melihat kepalan tangannya seperti sebuah kue bulat berwarna hitam yang mendarat di setiap tubuhku. aku sedikit menmbela diri tapi apa daya ia sangat kuat. aku hanya bisa diam tak melawan.

setiap hari setiap jam istirahat aku selalu menerima ancaman darinya, aku benar-benar heran, seandaninya aku kuat maka akan aku balas "pikirku waktu itu" tapi tidak, aku jelas tak seimbang.

merasa mendapat perlakuan kasar setiap hari maka aku pun menggunakan cara lama yaitu kabur dan tak akan kembali ke sekoah itu.. hingga orangtuaku menunda sekolahku sampai benar-benar siap,

Awal Petualanganku

Yang namanya anak-anak pasti punya sejuta imajinasi yang mengalir dari dalam otaknya. Sesuai dengan keadaan dan suasana hatinya. Aku terlahir sebagai seorang anak yang memiliki orang tua sebagai pekerja keras (Alhamdulillah), hobby banyak tapi aku masih ingat kegemaranku waktu kecil adalah naik sepeda sambil sesekali atraksi lepas tangan. oye.. bangga tentunya ketika masih kecil mampu melakukan atraksi itu. sayangnya roda pasangan yang biasanya dipakai buat belajar bersepeda belum dicopot. walaupun begitu tetaplah bangga "yang penting bisa lepas tangan" batinku.
Oya, ada pesan kata emak (baca:simbok)jadi anak jangan bandel!!!
inilah cerita masa kecilku,

selain sibuk bermain pada waktu itu (usia 3 tahun)aku juga pengen sekali cepet sekolah, karena kata teman sepermainanku yang rata-rata udah pada SD bilang kalo sekolah itu asyik banget. nah, aku langsung minta buat disekolahkan seperti teman-temanku yang lain. alhasil aku berhasil masuk sekolah di usia 3 tahun :)
hari pertama masuk sekolah adalah hal yang paling menyenangkan. dengan semangat aku dibonceng ayah untuk berangkat sekolah. Sesampainya di Sekolah aku menjalani hari yang lama, itu bukan TK tapi play group. ternyata ayah menitipkan ku di playgroup. karena ayah dan ibu harus bekerja maka aku dititipkan dari jam 8-3 sore, bayangkan!!!. hal yang membuatku bosan adalah ketika aku harus tinggal di sana sangat lama yang membuat aku tak bisa bermain dengan teman-teman di rumah. namun, aku punya satu teman di play group yang dekat denganku. aku lupa nama dan bentuknya, wajar kita sama-sama masih kecil, dia cowok yang nampaknya juga merasa bosan tinggal di playgroup. aku kenal dia pada waktu itu, bandel, jiwa keras, pokoknya dia punya karakter sebagai anak pemberani.

Di hari yang lain dia mengajaku untuk membolos dan kabur dari playgroup. aku tak menyangka seperti orang yang lari dari tahanan haha. Tujuan kami adalah kali gajah wong, nama sungai, yang kebetulan berada di belakang playgroup. Jika pernah ke Gembira Loka (kebun binatang di Yogyakarta) kali gajah wong mengalir elewati kebun binatang. kami tak memikirkan resiko entah ada buaya dan sebagainya, namanya juga anak-anak. setiap hari kami berangkat ke playgroup dan setiap hari kami kabur. dua minggu berlalu dan orang tua ku tau kalo kami suka kabur dari playgroup, pernah kata ayah aku dicari sampai jam 6 sore baru ketemu... wah kalo aku ingat sepenuhnya masa kecilku bakal asik. tapi ini hanya sebagian dari banyaknya petualangan yang aku lalui di masa kecil.

selanjutnya, orangtuaku memindahkanku di TK dekat dengan rumah (sekitar 1,5 kilometer). Namun apa yang terjadi di TK?

.