Rabu, 06 April 2011

KUE HITAM ITU AKU TERIMA

Setelah selesai tertawa dan bersenang-senang dengan petualanganku, maka muncul kisah yang lain. dimana jika aku mengingat ini aku akan marah. tapi ga masalah, semua telah berlalu..

seragam kuning inilah yang aku idam-idamkan, bertuliskan Taman Kanak-Kanak..
tapi masih terpengaruh dengan pengalaman sebelumnya dimana aku ditempatkan di playgroup dimana tempat itu sangat membosankan bagiku. aku harap tempat ini beda, kokok ayam sahut-sahutan menyambut mentari pagi bersinar di ufuk timur. fajar menyingsing dan tlah siap barisan putera-puteri untuk melangkah awal ke tahap masa depan. wah berlebihan sekali kata-kata saya...

lonceng berbunyi tanda masuk kelas, aku yang masih menggenggam jari kelingking ibu merasa berada di lingkungan asing saat itu, ketika aku di antar masuk maka ada yang meneriaki ku "awas ada anak baru" rupanya dia adalah teman-temanku. ku buka mataku lebar-lebar memandangi se-isi ruangan, "mereka besar-besar" batinku. maklum usiaku waktu itu masih 3,5 tahun dan mereka rata-rata 5 tahun. aku dipandang kecil waktu itu..

aku merasakan ada yang lain dari tatapan mereka, itu merupakan tatapan yang mengerikan. dalam sekejap ibu meninggalkanku dan guru mengajaiku melambaikan tangan tapi perhatianku masih terfokus pada seisi ruangan yang menatapku dengan aneh.

hal itu pun terjadi...

pelajaran dimulai, kami bernyanyi, bermain dan bersuka cita hingga terdengar lonceng tanda istirahat. setiap murid diberikan jajanan yang terbungkus plastik cantik, cukup aman dari pada jajan sembarangan. istirahat aku ke luar kelas dan duduk di ayunan, sebagai murid pindahan (dari play group) dan masih kalah usia aku dianggap paling lemah. satu kejadian ketika aku sedang asik makan di atas ayunan tiba-tiba seorang anak menghampiri..

Aku merasa takut karena badannya gendut dan besar. Terlihat jelas ketika badannya yang hitam memayungi seluruh tubuhku dari sinar matahari. sambil mengepalkan tangan ia memukulku sampai jatuh dan mengambil makananku. aku tak tau aku salah apa, tapi aku lebih mengalah karena takut. hal itu aku anggap sebagai bullying pertamaku di masa kecil. setiap hari aku harus menyerahkan jajananku padanya dan setelah itu pukulan demi pukulan dilayangkan. aku melihat kepalan tangannya seperti sebuah kue bulat berwarna hitam yang mendarat di setiap tubuhku. aku sedikit menmbela diri tapi apa daya ia sangat kuat. aku hanya bisa diam tak melawan.

setiap hari setiap jam istirahat aku selalu menerima ancaman darinya, aku benar-benar heran, seandaninya aku kuat maka akan aku balas "pikirku waktu itu" tapi tidak, aku jelas tak seimbang.

merasa mendapat perlakuan kasar setiap hari maka aku pun menggunakan cara lama yaitu kabur dan tak akan kembali ke sekoah itu.. hingga orangtuaku menunda sekolahku sampai benar-benar siap,

Tidak ada komentar:

.