Hari itu Rabu 6 Maret 2011, selain sebagai mahasiswa aku juga mencari pengalaman menjadi tentor les privat. iseng-iseng sekalian jalan-jalan tapi tetep produktif hehe (alibi). Rabu merupakan hari yang sibuk (bagiku tentunya) bagaimana tidak, jam 8 pagi jadwal praktikum ku.. selanjutnya kuliah dari jam 1pm sampe jam 4pm. selanjutnya mulailah rutinitas sebagai tentor les privat. jam 6.30pm aku berangkat dari kost, jarak 10 km sepertinya harus aku tempuh, tapi karena niat emang mau ngilangin penat 10 km tak terasa bagiku. Namun apes ujian tahap pertama harus dilewati untuk sampai di tempat mengajar. Gerimis sore itu, harus menuruni jalanan yang licin (tempat itu biasa disebut Sigar Bencah aku tak tau kenapa dinamai itu) saking licinnya motorku terpeleset dan untung jatuh di rumput jadi tak ada cidera, dalam hati hanya bisa meringis geli hhe. Perjalananpu ku lanjutkan.
Mengajar merupakan sesuatu yang menyenangkan bagiku, aku sebagai tentor privat matematika tapi jangan salah, aku adalah orang yang biasa-biasa aja, aku masih ingat ketika muridku (anggap sebagai teman belajarku) bercerita waktu pertama kali membayangkan tentor barunya, dikiranya tentor matematika orangnya berkacamata tebal, dan membawa kumpulan rumus dengan jumlah halaman ribuan. Ia hampir tak percaya aku yang datang dengan pakaian santai sambil senyum-senyum sendiri sebagai tentor barunya (mungkin penampilanku kurang meyakinkan hhe).
"ni orang kayak mau minta sumbangan"
Entah kenapa jika melihat senyuman orang yang 'mudeng' (paham) setelah mendengarkan penjelasanku rasa puas ada dalam diri. Biar ga stress kadang disela-sela mengajar kasih lawakan garing, haha. untuk mengalihkan perhatian supaya yang dipikirkan tidak hanya seputar angka, lambang dan sebagainya, takut dia mati konyol jika terus memikirkannya. cerita-cerita selingan pun dilontarkan dan semua berjalan dengan lancar. aku bersyukur karena aku berguna, dan aku mesti banyak belajar lagi untuk terus berkembang
malam pun menyambut senja, pukul 8pm aku selesai mengajar. seperti biasa statr motor langsung say good bye (???). tentunya pamitan dengan muka serius sambil berkata "semangat terus dan semoga sukses" kata-kata itu hampir setiap kali selesai selalu kuucap. intinya semoga dia semangat dan sukses
gerimis tak kunjung reda, nyanyian angin serasa irama, aku ikuti arah hembusannya.
karena malam aku pulang tanpa lewati 'sigar bencah' aku ambil jalur lain mengarah ke kota. Naik motor hampa jika berfikiran kosong atau hanya serius pada jalanan, maka kulempar pandanganku di setiap sudut kota. wah ternyata malam hari begitu indah, kelip lampu-lampu gedung-gedung tinggi menjadi penerang malam itu. Dimana-mana deru motor melintas, aku teringat pada senyuman manis seorang wanita (loh? kog sampai sini?) karena asik mengikuti gerak motor melaju sampai-sampai aku tak tau ada di mana, aku tak setuju jika waktu itu dibilang aku tersesat, tapi kenyataan memang tak bisa dipungkiri.
Menurut KBBI tersesat adalah di mana kita tak tahu arah tujuan kita (nenek-nenek salto juga tau). aku tanya pada sang pedagang kaki lima.
Mas ada MIJON (mizone) maklum haus dari tadi belum minum,
"eh mas, saya ada di mana?"
"di dunia" kata mas-mas itu.
itulah dunia dimana sesuatu yang kita senangi dapat membuat kita terlena dan lupa akan arah yang kita tuju
(paragraf di atas hanya improvisasi)
eh, mas Banyumanik (menuju kost) ke arah mana?
"itu ke timur dik, 25 km lagi" kata sang PKL
akhirnya aku harus ke arah timur lagi, hampir sampe banyumanik ban motor bocor kena paku gede. yah nasib harus menuntun naik ke atas karena jalan menanjak, keringat mengucur deras.
wah malam itu benar-benar malam yang melelahkan, seperti biasa transit di kost-an teman buat melanjutkan laporan. lalu pulang untuk tidur.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar