
Benar-benar sakit,
Waktu itu aku masih kelas 2 SMP, dan waktu hancur-hancurnya. ini sebuah pengakuan ketika aku masuk di dalam komunitas anak-anak yang bisa dibilang anak-anak badung -sorry my prend- ya, mereka punya hobby mbolos lah, ngrokok, berantem, dan sebagainya. tapi untuk rokok aku punya prinsip, NO SMOKING, artinya waktu itu aku bangun prinsipku sendiri bahwa anak bandel ga harus ngrokok. walaupun temen-temenku mempengaruhi tapi aku masih bisa membentengi dan mereka memahami. tapi untuk masalah berantem tetep suka, apalagi ngeliat orang dipukuli rasanya puas banget. Mungkin itu yang membuat penampilanku menjadi dipandang anak yang agak bandel walaupun cuman ikut-ikutan.. Waktu pelajaran dimulai, aku sering berangkat telat dengan kemeja berantakan dan dikeluarkan. Guru pun seperti biasa selalu menegur dan teguran itu tak menyadarkanku.
Aku masih ingat ketika setiap kami bolos pelajaran, kami kumpul di wrung dekat sekolah. ada sebuah ruangan dimana dalam ruangan itulah teman2ku bersembunyi, dan seperti biasa ngobrol sambil 'udad udud ida idu' menghisap rokok.
Itu aku anggap sebagai sebuah pelajaran, tapi di sisi lain aku mengamati dan merasakan bagaimana rasanya menjadi anak yang bandel. Aku merasa lebih dekat dengan anak2 yang bandel dari pada mereka yang hobbynya cuman menghabiskan waktu ke Perpustakaan dan ngobrol soal pelajaran, hal itu aku anggap sesuatu yang membosankan.
Nyata, aku yang bandel dan jarang belajar bisa di panggil untuk masuk ke klub sains dan masuk bidang matematika.. dengan dalih nilai rapot yang bagus, tapi kesempatan itu aku buang sia-sia. aku jarang menghadiri pertemuan klub itu, Sampai aku tidak merasakan kekecewaan pada waktu itu ketika aku tak masuk seleksi olimpiade matematika tingkat SMP se-kota untuk mewakili sekolah.
Penyesalan datang di akhir...
kelas 3 smp, seperti biasa semua rutinitas kelas 2 waktu itu aku terapkan, tak sadar bahwa sebentar lagi UNAS. tapi ada salah satu pelajaran yang aku tak lagi bolos, dan malah semakin tertarik untuk mengikuti. Agama, waktu itu membahas tentang hari kiamat, karena penasaran maka aku tak ingin meninggalkan kelas agama.
guru itu menjelaskan tanda-tanda hari kiamat berdasarkan sumber Al-Quran dan Hadits, tanda-tandanya banyak, satu ketika anak durhaka pada orang tua, dua dan seterusnya. cukup merinding mendengarkan penjelasan dari guru itu, pokoknya dunia benar-benar jempalitan sampai pada akhirnya matahari terbit dari barat. Aku berfikir bagaimana maahari terbit dari barat, kalau begitu bumi membalik arah putarannya, kebetulan aku pernah belajar hukum Newton satu yang bunyinya "jika resultan gaya yang bekerja pada benda yang sama dengan nol,maka benda yang mula2 diam akan tetap diam. Benda yang mula2 bergerak lurus beraturan akan tetap lurus beraturan". kalau bumi tiba-tiba membalik putaran maka isi bumi akan mental semua. kacau...
Sampai rumah aku masih memikirkan bagaimana jika kiamat nanti. takut, gelisah dan sebagainya. Aku tertidur .. sampai masuk ke mimpi, mengerikan!!!
waktu bangun dari tidur aku lihat jam wah sudah jam 5, dan aku harus siap-siap sekolah. Aneh ketika aku keluar hendak berangkat sekolah aku melihat ke arah Barat, aku sekejap lumpuh dan meletakkan lututku ke tanah, aku sujud minta ampun, sambil teriak aku tobat... ayahku ke luar rumah dan bingung melihat keadaanku.
Ayah ma..ma..tahari yah, ada di barat!!! aku katakan pada ayah
ayah masih bingung,
"kamu sore-sore pakai baju seragam mau kemana? kenapa teriak-teriak? ada yang aneh dengan mataharinya?" kata ayah
"jadi ini sore hari ya?" aku bersyukur kalau aku masih diberi kesempatan. Aku tobat, dan lebih memiliki tujuan hidup. aku harus menjadi orang yang berguna, aku lebih serius untuk sekolah karena amanah dari orang tua.
Setelah itu pengumuman kelulusan, dan Alhamdulillah rata-rata nem 9, aku tadinya tidak percaya, aku yang tidak bisa mengerjakan soal bahasa Indonesia malah yangpaling bagus nilai bahasa Indonesianya, dengan jujur lagi. akhirnya aku diterima di salah satu SMA faforit di Djogjakarta. kadang sesuatu yang datang secara spontan akan mengubah pola pikir kita, tapi bukan berarti harus menunggu sasuatu yang datang secara tiba-tiba, untuk merubah pandangan hidup mesti perlu tahapan-tahapan. Sukses lah selalu untuk teman-temanku, khususnya teman-teman 'nongkrong' waktu SMP!!
2 komentar:
hahahahah!
Lagi ngerti nek kw tau dadi cah mbeling klis. Nongkrong di pak saf*ari dan tobat ketika diceramahi bu v*v*, tapi jangan lupakan pak s*padi. Heh btw ak sekelas kr kw gek kelas 2 je. Ak termasuk anak yg suka ke pak s*fari atau ke perpus yaaa. Hahahah
oh, iya.. saya sudah bisa menebak siapa anda. hohoho, sing penting wegah mbolosan mneh dab :)
Posting Komentar