Senin, 18 April 2011
Sabtu, 09 April 2011
DUNIA JEMPALITAN

Benar-benar sakit,
Waktu itu aku masih kelas 2 SMP, dan waktu hancur-hancurnya. ini sebuah pengakuan ketika aku masuk di dalam komunitas anak-anak yang bisa dibilang anak-anak badung -sorry my prend- ya, mereka punya hobby mbolos lah, ngrokok, berantem, dan sebagainya. tapi untuk rokok aku punya prinsip, NO SMOKING, artinya waktu itu aku bangun prinsipku sendiri bahwa anak bandel ga harus ngrokok. walaupun temen-temenku mempengaruhi tapi aku masih bisa membentengi dan mereka memahami. tapi untuk masalah berantem tetep suka, apalagi ngeliat orang dipukuli rasanya puas banget. Mungkin itu yang membuat penampilanku menjadi dipandang anak yang agak bandel walaupun cuman ikut-ikutan.. Waktu pelajaran dimulai, aku sering berangkat telat dengan kemeja berantakan dan dikeluarkan. Guru pun seperti biasa selalu menegur dan teguran itu tak menyadarkanku.
Aku masih ingat ketika setiap kami bolos pelajaran, kami kumpul di wrung dekat sekolah. ada sebuah ruangan dimana dalam ruangan itulah teman2ku bersembunyi, dan seperti biasa ngobrol sambil 'udad udud ida idu' menghisap rokok.
Itu aku anggap sebagai sebuah pelajaran, tapi di sisi lain aku mengamati dan merasakan bagaimana rasanya menjadi anak yang bandel. Aku merasa lebih dekat dengan anak2 yang bandel dari pada mereka yang hobbynya cuman menghabiskan waktu ke Perpustakaan dan ngobrol soal pelajaran, hal itu aku anggap sesuatu yang membosankan.
Nyata, aku yang bandel dan jarang belajar bisa di panggil untuk masuk ke klub sains dan masuk bidang matematika.. dengan dalih nilai rapot yang bagus, tapi kesempatan itu aku buang sia-sia. aku jarang menghadiri pertemuan klub itu, Sampai aku tidak merasakan kekecewaan pada waktu itu ketika aku tak masuk seleksi olimpiade matematika tingkat SMP se-kota untuk mewakili sekolah.
Penyesalan datang di akhir...
kelas 3 smp, seperti biasa semua rutinitas kelas 2 waktu itu aku terapkan, tak sadar bahwa sebentar lagi UNAS. tapi ada salah satu pelajaran yang aku tak lagi bolos, dan malah semakin tertarik untuk mengikuti. Agama, waktu itu membahas tentang hari kiamat, karena penasaran maka aku tak ingin meninggalkan kelas agama.
guru itu menjelaskan tanda-tanda hari kiamat berdasarkan sumber Al-Quran dan Hadits, tanda-tandanya banyak, satu ketika anak durhaka pada orang tua, dua dan seterusnya. cukup merinding mendengarkan penjelasan dari guru itu, pokoknya dunia benar-benar jempalitan sampai pada akhirnya matahari terbit dari barat. Aku berfikir bagaimana maahari terbit dari barat, kalau begitu bumi membalik arah putarannya, kebetulan aku pernah belajar hukum Newton satu yang bunyinya "jika resultan gaya yang bekerja pada benda yang sama dengan nol,maka benda yang mula2 diam akan tetap diam. Benda yang mula2 bergerak lurus beraturan akan tetap lurus beraturan". kalau bumi tiba-tiba membalik putaran maka isi bumi akan mental semua. kacau...
Sampai rumah aku masih memikirkan bagaimana jika kiamat nanti. takut, gelisah dan sebagainya. Aku tertidur .. sampai masuk ke mimpi, mengerikan!!!
waktu bangun dari tidur aku lihat jam wah sudah jam 5, dan aku harus siap-siap sekolah. Aneh ketika aku keluar hendak berangkat sekolah aku melihat ke arah Barat, aku sekejap lumpuh dan meletakkan lututku ke tanah, aku sujud minta ampun, sambil teriak aku tobat... ayahku ke luar rumah dan bingung melihat keadaanku.
Ayah ma..ma..tahari yah, ada di barat!!! aku katakan pada ayah
ayah masih bingung,
"kamu sore-sore pakai baju seragam mau kemana? kenapa teriak-teriak? ada yang aneh dengan mataharinya?" kata ayah
"jadi ini sore hari ya?" aku bersyukur kalau aku masih diberi kesempatan. Aku tobat, dan lebih memiliki tujuan hidup. aku harus menjadi orang yang berguna, aku lebih serius untuk sekolah karena amanah dari orang tua.
Setelah itu pengumuman kelulusan, dan Alhamdulillah rata-rata nem 9, aku tadinya tidak percaya, aku yang tidak bisa mengerjakan soal bahasa Indonesia malah yangpaling bagus nilai bahasa Indonesianya, dengan jujur lagi. akhirnya aku diterima di salah satu SMA faforit di Djogjakarta. kadang sesuatu yang datang secara spontan akan mengubah pola pikir kita, tapi bukan berarti harus menunggu sasuatu yang datang secara tiba-tiba, untuk merubah pandangan hidup mesti perlu tahapan-tahapan. Sukses lah selalu untuk teman-temanku, khususnya teman-teman 'nongkrong' waktu SMP!!
Jumat, 08 April 2011
IKUTI KEMANA ANGIN MALAM BERHEMBUS
Hari itu Rabu 6 Maret 2011, selain sebagai mahasiswa aku juga mencari pengalaman menjadi tentor les privat. iseng-iseng sekalian jalan-jalan tapi tetep produktif hehe (alibi). Rabu merupakan hari yang sibuk (bagiku tentunya) bagaimana tidak, jam 8 pagi jadwal praktikum ku.. selanjutnya kuliah dari jam 1pm sampe jam 4pm. selanjutnya mulailah rutinitas sebagai tentor les privat. jam 6.30pm aku berangkat dari kost, jarak 10 km sepertinya harus aku tempuh, tapi karena niat emang mau ngilangin penat 10 km tak terasa bagiku. Namun apes ujian tahap pertama harus dilewati untuk sampai di tempat mengajar. Gerimis sore itu, harus menuruni jalanan yang licin (tempat itu biasa disebut Sigar Bencah aku tak tau kenapa dinamai itu) saking licinnya motorku terpeleset dan untung jatuh di rumput jadi tak ada cidera, dalam hati hanya bisa meringis geli hhe. Perjalananpu ku lanjutkan.
Mengajar merupakan sesuatu yang menyenangkan bagiku, aku sebagai tentor privat matematika tapi jangan salah, aku adalah orang yang biasa-biasa aja, aku masih ingat ketika muridku (anggap sebagai teman belajarku) bercerita waktu pertama kali membayangkan tentor barunya, dikiranya tentor matematika orangnya berkacamata tebal, dan membawa kumpulan rumus dengan jumlah halaman ribuan. Ia hampir tak percaya aku yang datang dengan pakaian santai sambil senyum-senyum sendiri sebagai tentor barunya (mungkin penampilanku kurang meyakinkan hhe).
"ni orang kayak mau minta sumbangan"
Entah kenapa jika melihat senyuman orang yang 'mudeng' (paham) setelah mendengarkan penjelasanku rasa puas ada dalam diri. Biar ga stress kadang disela-sela mengajar kasih lawakan garing, haha. untuk mengalihkan perhatian supaya yang dipikirkan tidak hanya seputar angka, lambang dan sebagainya, takut dia mati konyol jika terus memikirkannya. cerita-cerita selingan pun dilontarkan dan semua berjalan dengan lancar. aku bersyukur karena aku berguna, dan aku mesti banyak belajar lagi untuk terus berkembang
malam pun menyambut senja, pukul 8pm aku selesai mengajar. seperti biasa statr motor langsung say good bye (???). tentunya pamitan dengan muka serius sambil berkata "semangat terus dan semoga sukses" kata-kata itu hampir setiap kali selesai selalu kuucap. intinya semoga dia semangat dan sukses
gerimis tak kunjung reda, nyanyian angin serasa irama, aku ikuti arah hembusannya.
karena malam aku pulang tanpa lewati 'sigar bencah' aku ambil jalur lain mengarah ke kota. Naik motor hampa jika berfikiran kosong atau hanya serius pada jalanan, maka kulempar pandanganku di setiap sudut kota. wah ternyata malam hari begitu indah, kelip lampu-lampu gedung-gedung tinggi menjadi penerang malam itu. Dimana-mana deru motor melintas, aku teringat pada senyuman manis seorang wanita (loh? kog sampai sini?) karena asik mengikuti gerak motor melaju sampai-sampai aku tak tau ada di mana, aku tak setuju jika waktu itu dibilang aku tersesat, tapi kenyataan memang tak bisa dipungkiri.
Menurut KBBI tersesat adalah di mana kita tak tahu arah tujuan kita (nenek-nenek salto juga tau). aku tanya pada sang pedagang kaki lima.
Mas ada MIJON (mizone) maklum haus dari tadi belum minum,
"eh mas, saya ada di mana?"
"di dunia" kata mas-mas itu.
itulah dunia dimana sesuatu yang kita senangi dapat membuat kita terlena dan lupa akan arah yang kita tuju
(paragraf di atas hanya improvisasi)
eh, mas Banyumanik (menuju kost) ke arah mana?
"itu ke timur dik, 25 km lagi" kata sang PKL
akhirnya aku harus ke arah timur lagi, hampir sampe banyumanik ban motor bocor kena paku gede. yah nasib harus menuntun naik ke atas karena jalan menanjak, keringat mengucur deras.
wah malam itu benar-benar malam yang melelahkan, seperti biasa transit di kost-an teman buat melanjutkan laporan. lalu pulang untuk tidur.
Mengajar merupakan sesuatu yang menyenangkan bagiku, aku sebagai tentor privat matematika tapi jangan salah, aku adalah orang yang biasa-biasa aja, aku masih ingat ketika muridku (anggap sebagai teman belajarku) bercerita waktu pertama kali membayangkan tentor barunya, dikiranya tentor matematika orangnya berkacamata tebal, dan membawa kumpulan rumus dengan jumlah halaman ribuan. Ia hampir tak percaya aku yang datang dengan pakaian santai sambil senyum-senyum sendiri sebagai tentor barunya (mungkin penampilanku kurang meyakinkan hhe).
"ni orang kayak mau minta sumbangan"
Entah kenapa jika melihat senyuman orang yang 'mudeng' (paham) setelah mendengarkan penjelasanku rasa puas ada dalam diri. Biar ga stress kadang disela-sela mengajar kasih lawakan garing, haha. untuk mengalihkan perhatian supaya yang dipikirkan tidak hanya seputar angka, lambang dan sebagainya, takut dia mati konyol jika terus memikirkannya. cerita-cerita selingan pun dilontarkan dan semua berjalan dengan lancar. aku bersyukur karena aku berguna, dan aku mesti banyak belajar lagi untuk terus berkembang
malam pun menyambut senja, pukul 8pm aku selesai mengajar. seperti biasa statr motor langsung say good bye (???). tentunya pamitan dengan muka serius sambil berkata "semangat terus dan semoga sukses" kata-kata itu hampir setiap kali selesai selalu kuucap. intinya semoga dia semangat dan sukses
gerimis tak kunjung reda, nyanyian angin serasa irama, aku ikuti arah hembusannya.
karena malam aku pulang tanpa lewati 'sigar bencah' aku ambil jalur lain mengarah ke kota. Naik motor hampa jika berfikiran kosong atau hanya serius pada jalanan, maka kulempar pandanganku di setiap sudut kota. wah ternyata malam hari begitu indah, kelip lampu-lampu gedung-gedung tinggi menjadi penerang malam itu. Dimana-mana deru motor melintas, aku teringat pada senyuman manis seorang wanita (loh? kog sampai sini?) karena asik mengikuti gerak motor melaju sampai-sampai aku tak tau ada di mana, aku tak setuju jika waktu itu dibilang aku tersesat, tapi kenyataan memang tak bisa dipungkiri.
Menurut KBBI tersesat adalah di mana kita tak tahu arah tujuan kita (nenek-nenek salto juga tau). aku tanya pada sang pedagang kaki lima.
Mas ada MIJON (mizone) maklum haus dari tadi belum minum,
"eh mas, saya ada di mana?"
"di dunia" kata mas-mas itu.
itulah dunia dimana sesuatu yang kita senangi dapat membuat kita terlena dan lupa akan arah yang kita tuju
(paragraf di atas hanya improvisasi)
eh, mas Banyumanik (menuju kost) ke arah mana?
"itu ke timur dik, 25 km lagi" kata sang PKL
akhirnya aku harus ke arah timur lagi, hampir sampe banyumanik ban motor bocor kena paku gede. yah nasib harus menuntun naik ke atas karena jalan menanjak, keringat mengucur deras.
wah malam itu benar-benar malam yang melelahkan, seperti biasa transit di kost-an teman buat melanjutkan laporan. lalu pulang untuk tidur.
Rabu, 06 April 2011
Lirik Lagu Ada Band Setingginya Nirwana
saat kembali memelukmu
berurai rasa yg semakin mendalam
kuingin dirimu masih sisakan masa lalu
cintaku setinggi-tingginya nirwana
*courtesy of LirikLaguIndonesia.net
mungkin hatimu mempertanyakan
ada kepastian di lubuk jiwaku
ku telah bersumpah setia
berikrar denganmu
takkan hempaskanmu yg kedua kalinya
reff: cinta jangan kau tinggalkan aku
leburkan ke dalam kepedihan
maafkan aku yg sempat melukaimu
cinta kau harus ampuni aku
atas segala cintaku yg dulu
tiada pantas kah
untuk kembali memulainya
kau bagai bintang terasa
arahkan jiwa yg terlenakan dunia
ampuni mata ini tak mampu melihat
ke dalam cintamu sesungguhnya
repeat reff
dirimu selalu berikan keindahan nyata
di seluruh lini hidup memancarkannya
berurai rasa yg semakin mendalam
kuingin dirimu masih sisakan masa lalu
cintaku setinggi-tingginya nirwana
*courtesy of LirikLaguIndonesia.net
mungkin hatimu mempertanyakan
ada kepastian di lubuk jiwaku
ku telah bersumpah setia
berikrar denganmu
takkan hempaskanmu yg kedua kalinya
reff: cinta jangan kau tinggalkan aku
leburkan ke dalam kepedihan
maafkan aku yg sempat melukaimu
cinta kau harus ampuni aku
atas segala cintaku yg dulu
tiada pantas kah
untuk kembali memulainya
kau bagai bintang terasa
arahkan jiwa yg terlenakan dunia
ampuni mata ini tak mampu melihat
ke dalam cintamu sesungguhnya
repeat reff
dirimu selalu berikan keindahan nyata
di seluruh lini hidup memancarkannya
KUE HITAM ITU AKU TERIMA
Setelah selesai tertawa dan bersenang-senang dengan petualanganku, maka muncul kisah yang lain. dimana jika aku mengingat ini aku akan marah. tapi ga masalah, semua telah berlalu..
seragam kuning inilah yang aku idam-idamkan, bertuliskan Taman Kanak-Kanak..
tapi masih terpengaruh dengan pengalaman sebelumnya dimana aku ditempatkan di playgroup dimana tempat itu sangat membosankan bagiku. aku harap tempat ini beda, kokok ayam sahut-sahutan menyambut mentari pagi bersinar di ufuk timur. fajar menyingsing dan tlah siap barisan putera-puteri untuk melangkah awal ke tahap masa depan. wah berlebihan sekali kata-kata saya...
lonceng berbunyi tanda masuk kelas, aku yang masih menggenggam jari kelingking ibu merasa berada di lingkungan asing saat itu, ketika aku di antar masuk maka ada yang meneriaki ku "awas ada anak baru" rupanya dia adalah teman-temanku. ku buka mataku lebar-lebar memandangi se-isi ruangan, "mereka besar-besar" batinku. maklum usiaku waktu itu masih 3,5 tahun dan mereka rata-rata 5 tahun. aku dipandang kecil waktu itu..
aku merasakan ada yang lain dari tatapan mereka, itu merupakan tatapan yang mengerikan. dalam sekejap ibu meninggalkanku dan guru mengajaiku melambaikan tangan tapi perhatianku masih terfokus pada seisi ruangan yang menatapku dengan aneh.
hal itu pun terjadi...
pelajaran dimulai, kami bernyanyi, bermain dan bersuka cita hingga terdengar lonceng tanda istirahat. setiap murid diberikan jajanan yang terbungkus plastik cantik, cukup aman dari pada jajan sembarangan. istirahat aku ke luar kelas dan duduk di ayunan, sebagai murid pindahan (dari play group) dan masih kalah usia aku dianggap paling lemah. satu kejadian ketika aku sedang asik makan di atas ayunan tiba-tiba seorang anak menghampiri..
Aku merasa takut karena badannya gendut dan besar. Terlihat jelas ketika badannya yang hitam memayungi seluruh tubuhku dari sinar matahari. sambil mengepalkan tangan ia memukulku sampai jatuh dan mengambil makananku. aku tak tau aku salah apa, tapi aku lebih mengalah karena takut. hal itu aku anggap sebagai bullying pertamaku di masa kecil. setiap hari aku harus menyerahkan jajananku padanya dan setelah itu pukulan demi pukulan dilayangkan. aku melihat kepalan tangannya seperti sebuah kue bulat berwarna hitam yang mendarat di setiap tubuhku. aku sedikit menmbela diri tapi apa daya ia sangat kuat. aku hanya bisa diam tak melawan.
setiap hari setiap jam istirahat aku selalu menerima ancaman darinya, aku benar-benar heran, seandaninya aku kuat maka akan aku balas "pikirku waktu itu" tapi tidak, aku jelas tak seimbang.
merasa mendapat perlakuan kasar setiap hari maka aku pun menggunakan cara lama yaitu kabur dan tak akan kembali ke sekoah itu.. hingga orangtuaku menunda sekolahku sampai benar-benar siap,
seragam kuning inilah yang aku idam-idamkan, bertuliskan Taman Kanak-Kanak..
tapi masih terpengaruh dengan pengalaman sebelumnya dimana aku ditempatkan di playgroup dimana tempat itu sangat membosankan bagiku. aku harap tempat ini beda, kokok ayam sahut-sahutan menyambut mentari pagi bersinar di ufuk timur. fajar menyingsing dan tlah siap barisan putera-puteri untuk melangkah awal ke tahap masa depan. wah berlebihan sekali kata-kata saya...
lonceng berbunyi tanda masuk kelas, aku yang masih menggenggam jari kelingking ibu merasa berada di lingkungan asing saat itu, ketika aku di antar masuk maka ada yang meneriaki ku "awas ada anak baru" rupanya dia adalah teman-temanku. ku buka mataku lebar-lebar memandangi se-isi ruangan, "mereka besar-besar" batinku. maklum usiaku waktu itu masih 3,5 tahun dan mereka rata-rata 5 tahun. aku dipandang kecil waktu itu..
aku merasakan ada yang lain dari tatapan mereka, itu merupakan tatapan yang mengerikan. dalam sekejap ibu meninggalkanku dan guru mengajaiku melambaikan tangan tapi perhatianku masih terfokus pada seisi ruangan yang menatapku dengan aneh.
hal itu pun terjadi...
pelajaran dimulai, kami bernyanyi, bermain dan bersuka cita hingga terdengar lonceng tanda istirahat. setiap murid diberikan jajanan yang terbungkus plastik cantik, cukup aman dari pada jajan sembarangan. istirahat aku ke luar kelas dan duduk di ayunan, sebagai murid pindahan (dari play group) dan masih kalah usia aku dianggap paling lemah. satu kejadian ketika aku sedang asik makan di atas ayunan tiba-tiba seorang anak menghampiri..
Aku merasa takut karena badannya gendut dan besar. Terlihat jelas ketika badannya yang hitam memayungi seluruh tubuhku dari sinar matahari. sambil mengepalkan tangan ia memukulku sampai jatuh dan mengambil makananku. aku tak tau aku salah apa, tapi aku lebih mengalah karena takut. hal itu aku anggap sebagai bullying pertamaku di masa kecil. setiap hari aku harus menyerahkan jajananku padanya dan setelah itu pukulan demi pukulan dilayangkan. aku melihat kepalan tangannya seperti sebuah kue bulat berwarna hitam yang mendarat di setiap tubuhku. aku sedikit menmbela diri tapi apa daya ia sangat kuat. aku hanya bisa diam tak melawan.
setiap hari setiap jam istirahat aku selalu menerima ancaman darinya, aku benar-benar heran, seandaninya aku kuat maka akan aku balas "pikirku waktu itu" tapi tidak, aku jelas tak seimbang.
merasa mendapat perlakuan kasar setiap hari maka aku pun menggunakan cara lama yaitu kabur dan tak akan kembali ke sekoah itu.. hingga orangtuaku menunda sekolahku sampai benar-benar siap,
Awal Petualanganku
Yang namanya anak-anak pasti punya sejuta imajinasi yang mengalir dari dalam otaknya. Sesuai dengan keadaan dan suasana hatinya. Aku terlahir sebagai seorang anak yang memiliki orang tua sebagai pekerja keras (Alhamdulillah), hobby banyak tapi aku masih ingat kegemaranku waktu kecil adalah naik sepeda sambil sesekali atraksi lepas tangan. oye.. bangga tentunya ketika masih kecil mampu melakukan atraksi itu. sayangnya roda pasangan yang biasanya dipakai buat belajar bersepeda belum dicopot. walaupun begitu tetaplah bangga "yang penting bisa lepas tangan" batinku.
Oya, ada pesan kata emak (baca:simbok)jadi anak jangan bandel!!!
inilah cerita masa kecilku,
selain sibuk bermain pada waktu itu (usia 3 tahun)aku juga pengen sekali cepet sekolah, karena kata teman sepermainanku yang rata-rata udah pada SD bilang kalo sekolah itu asyik banget. nah, aku langsung minta buat disekolahkan seperti teman-temanku yang lain. alhasil aku berhasil masuk sekolah di usia 3 tahun :)
hari pertama masuk sekolah adalah hal yang paling menyenangkan. dengan semangat aku dibonceng ayah untuk berangkat sekolah. Sesampainya di Sekolah aku menjalani hari yang lama, itu bukan TK tapi play group. ternyata ayah menitipkan ku di playgroup. karena ayah dan ibu harus bekerja maka aku dititipkan dari jam 8-3 sore, bayangkan!!!. hal yang membuatku bosan adalah ketika aku harus tinggal di sana sangat lama yang membuat aku tak bisa bermain dengan teman-teman di rumah. namun, aku punya satu teman di play group yang dekat denganku. aku lupa nama dan bentuknya, wajar kita sama-sama masih kecil, dia cowok yang nampaknya juga merasa bosan tinggal di playgroup. aku kenal dia pada waktu itu, bandel, jiwa keras, pokoknya dia punya karakter sebagai anak pemberani.
Di hari yang lain dia mengajaku untuk membolos dan kabur dari playgroup. aku tak menyangka seperti orang yang lari dari tahanan haha. Tujuan kami adalah kali gajah wong, nama sungai, yang kebetulan berada di belakang playgroup. Jika pernah ke Gembira Loka (kebun binatang di Yogyakarta) kali gajah wong mengalir elewati kebun binatang. kami tak memikirkan resiko entah ada buaya dan sebagainya, namanya juga anak-anak. setiap hari kami berangkat ke playgroup dan setiap hari kami kabur. dua minggu berlalu dan orang tua ku tau kalo kami suka kabur dari playgroup, pernah kata ayah aku dicari sampai jam 6 sore baru ketemu... wah kalo aku ingat sepenuhnya masa kecilku bakal asik. tapi ini hanya sebagian dari banyaknya petualangan yang aku lalui di masa kecil.
selanjutnya, orangtuaku memindahkanku di TK dekat dengan rumah (sekitar 1,5 kilometer). Namun apa yang terjadi di TK?
Oya, ada pesan kata emak (baca:simbok)jadi anak jangan bandel!!!
inilah cerita masa kecilku,
selain sibuk bermain pada waktu itu (usia 3 tahun)aku juga pengen sekali cepet sekolah, karena kata teman sepermainanku yang rata-rata udah pada SD bilang kalo sekolah itu asyik banget. nah, aku langsung minta buat disekolahkan seperti teman-temanku yang lain. alhasil aku berhasil masuk sekolah di usia 3 tahun :)
hari pertama masuk sekolah adalah hal yang paling menyenangkan. dengan semangat aku dibonceng ayah untuk berangkat sekolah. Sesampainya di Sekolah aku menjalani hari yang lama, itu bukan TK tapi play group. ternyata ayah menitipkan ku di playgroup. karena ayah dan ibu harus bekerja maka aku dititipkan dari jam 8-3 sore, bayangkan!!!. hal yang membuatku bosan adalah ketika aku harus tinggal di sana sangat lama yang membuat aku tak bisa bermain dengan teman-teman di rumah. namun, aku punya satu teman di play group yang dekat denganku. aku lupa nama dan bentuknya, wajar kita sama-sama masih kecil, dia cowok yang nampaknya juga merasa bosan tinggal di playgroup. aku kenal dia pada waktu itu, bandel, jiwa keras, pokoknya dia punya karakter sebagai anak pemberani.
Di hari yang lain dia mengajaku untuk membolos dan kabur dari playgroup. aku tak menyangka seperti orang yang lari dari tahanan haha. Tujuan kami adalah kali gajah wong, nama sungai, yang kebetulan berada di belakang playgroup. Jika pernah ke Gembira Loka (kebun binatang di Yogyakarta) kali gajah wong mengalir elewati kebun binatang. kami tak memikirkan resiko entah ada buaya dan sebagainya, namanya juga anak-anak. setiap hari kami berangkat ke playgroup dan setiap hari kami kabur. dua minggu berlalu dan orang tua ku tau kalo kami suka kabur dari playgroup, pernah kata ayah aku dicari sampai jam 6 sore baru ketemu... wah kalo aku ingat sepenuhnya masa kecilku bakal asik. tapi ini hanya sebagian dari banyaknya petualangan yang aku lalui di masa kecil.
selanjutnya, orangtuaku memindahkanku di TK dekat dengan rumah (sekitar 1,5 kilometer). Namun apa yang terjadi di TK?
Minggu, 03 April 2011
IBUKU..

Sebening tetesan embun pagi...
Secerah sinarnya mentari...
Bilaku tatap wajahmu oh ibu...
Ada kehangatan didalam hatiku...
bait syair di atas merupakan salah satu syair yang pernah dinyanyikan oleh SAKHA. Syair tentang ibu,
aku yang sekarang jauh dari orang tua, khususnya ibu sering sekali merasa kangen dengan beliau. jika teringat pengorbanannya aku sering meneteskan air mata. ibu rela bekerja keras mendampingi ayah.. (sungguh perjuangan dari mereka tak akan aku lupa)
aku punya cerita tentang aku dan ibuku, di mana ini merupakan sebuah bukti perjuangan dan rasa kasih yang tulus dari seorang ibu.
betapa tak bisa kulupakan, ketika aku masih duduk di bangku TK besar, aku merasakan sulitnya keluargaku pada waktu itu. aku melihat sendiri ketika ibu sore hari setelah pulang dari kerja.. dan sudah mengenakan pakaian yang rapi dan sederhana.
aku tanyakan kepadanya hendak kemana Bu?
"Ibu mau berangkat nge-les-i (menjadi tentor)" jawabnya... waktu itu Ibu bekerja sebagai guru honorer, dan di sore hari ia menjadi guru privat.
aku boleh ikut? sekali-kali Bu
"boleh" jawabnya dengan senyum,
maka aku pun segera naik ke sepeda 'ontel' warisan kakek. dengan semangat kami berangkat.. sungguh tak bisa ku bayangkan pada waktu itu jarak ibu untuk sampai tujuan begitu jauh. jika sekarang naik motor bisa setengah jam.. hal ini membuatku kagum. namun, waktu itu aku masih kecil dan belum dapat mengerti bahwa itulah sebuah perjuangan, tapi setidaknya aku telah mendapatkan gambaran dari kehebatan ibuku.
ayah ceritakan kepadaku. Pada waktu akhir TK dan mau masuk SD, aku harus opname ketika aku terserang Demam Berdarah, mungkin bisa dibilang sekarat pada waktu itu, dengan keadaan seperti ini ibu selalu menemaniku. hingga sampai hari ke 7 ketika tubuhku kejang hebat, dan panas yang tinggi. mungkinkah aku akan mati..
Ibu tak panik pada waktu itu, ia menyuruh ayah untuk mencari stok darah. dan sayangnya persediaan darahku langka, ya, AB merupakan golongan darah yang jarang. ayah pun keluar, ibu yang sabar terus berdoa dan memohon agar keadaanku membaik, di sisi lain dengan cepat ia memasukkan jarinya ke mulutku sebagai ganjalan gigitanku, karena kalau tidak cepat diganjal maka aku akan memutuskan lidahku yang terus aku gigit. darah ibu mengalir, namun ia tetap menahan rasa sakit nya. sungguh hal yang luar biasa untuk pengorbanannya.. dan berkat doanya aku sembuh, dan dapat kembali menunjukkan senyumku padanya, berkaca-kaca wajah ibu.
mungkin itulah gambaran ibuku, sebagai sosok pejuang kehidupan anaknya mendampingi ayah. ada banyak cerita tentang pengorbanannya.. aku tak akan malu jika harus meneteskan airmata jika kusebut nama ibu, karena itulah dia dan aku tak akan melupakan semua yang telah ia berika padaku.
---------------------
sebuah cerita
pernah diceritakan kepadaku dan membuatku menangis..
Apabila seorang bayi akan segera dilahirkan ke dunia,ia bertanya kepada Tuhan," Wahai Tuhanku, para malaikat yang ada disini mengatakan bahwa besok Engkau akan menempatkanku di dunia. Lalu,bagaimana caraku hidup disana,sementara aku begitu kecil dan lemah?"
Tuhan menjawab,"Aku telah memilihkan satu malaikat untukmu. Dia yang akan menjaga dan mengasihimu."
"tapi disini, didalam surga, aku sudah bisa bernyanyi dan tertawa. Bagiku, ini sudah sangat membahagiakanku,"kata bayi itu lagi.
Tuhan berkata." Malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari. Kamu akan merasakan kehangatan cintanya,yang dapat membuatmu merasa lebih bahagia."
"lalu bagaimana aku bisa mengerti ketika orang-orang berbicara kepadaku?sedangkan aku tidak memahami bahasa mereka?"tanya bayi itu lagi.
"Ketahuilah, malaikatmu akan berbicara kepadamu dengan bahasa terindah yang pernah kamu dengar. Dengan penuh kesabaran dan perhatian, ia akan mengajarimu cara berbicara."
"Wahai Tuhanku, apa yang harus aku lakukan ketika aku merasa rindu untuk berbicara kepada-Mu?"
"Malaikatmu akan mengajarimu cara berdoa kepada-Ku," jawab Tuhan.
"Ya Tuhan aku mendengar bahwa di bumi banyak orang jahat. Siapakah nanti yang akan melindungiku dari kejahatan mereka?"
"Wahai hamba-Ku,malaikatmu akan melindungimu, sekalipun itu dapat mengancam jiwanya sendiri."
"Tapi ya Tuhan, aku pasti akan merasa sangat sedih,karena tidak dapat melihat-Mu lagi," bisik sang bayi.
"Janganlah engkau terlalu bersedih. Malaikatmu akan menceritakan kepadamu tentang Aku. Ia akan mengajarimu cara agar kamu bisa kembali kepada-Ku, meski sesungguhnya Aku akan selalu berada disisimu."
saat itu, surga begitu tenang, sehingga suara dari bumi dapat terdengar. Sang bayi kemudian bertanya secara perlahan, "Tuhanku, jika aku harus pergi saat ini, dapatkah Engkau memberitahukan kepadaKu nama malaikat yang baik hati itu?"
Tuhan menjawab," engkau akan memanggil malaikatmu, Ibu......."
Ingatlah selalu kasih sayang ibu, berdoalah selalu untuknya, dan cintailah ia sepanjang masa.
Selamat Hari Ibu. setiap hari adalah hari untukmu ibu :)
Sabtu, 02 April 2011
FEEL ANNOYED (tentang aku)
just share ..
Sahabat, sepertinya aku tak akan pernah berani mengungkapkan perasaanku, atau mengkin ada batasan-batasan ketika kita bergaul, dan itu tak akan bisa kau pahami. kadang engkau melihatku sebagai sosok yang ceria, namun selang sedetik kau dapat melihatku sebagai sosok pemurung (bisa dikatakan orang yang lagi putus asa, dan dalam sekejap kau akan melihatku tertawa. Bukankah setiap[ orang memiliki akal dan hati yang terkadang memang susah untuk ditebak.
Setiap orang pasti ingin merasa dirinya bebas berkembang, setiap orang pasti ingin merasa dirinya untuk bergerak, karena setiap orang punya pilihan masing-masing.. begitu juga denganku, aku ingin semua itu ada pada diriku.
Tapi hal yang tidak ku suka ketika bergerak aku dalam keadaan terpaksa, tapi aku juga tak suka untuk diam selamanya, terlebih lagi orang tak menganggapku ada.
Entah kenapa sejak kecil aku lebih nyaman untuk menyendiri, bisa dibilang itu adalah kebiasaanku. tapi ga cuman aku, cz banyak orang yang suka melakukan hal itu. walaupun sebenarnya dalam diri muncul gejolak bahwa aku butuh orang, aku butuh kritikan, aku butuh masukan, saran dan penilaian dari orang lain, Namun itu sulit bagiku, aku tak sanggup menceritakan semua masalahku. Mungkin aku sendiri yang merasa bahwa aku adalah seorang yang tertutup, memang sangat susah rasanya jika harus membagi penderitaan dengan orang lain. aku tak ingin jika ada orang yang mencampuri urusan pribadiku. yah, dengan menyendiri maka aku dapat berfikir tentang solusi dari setiap masalahku. Kadang memang aku sering dianggap aneh, namun dibalik semua itu aku berusaha memutuskan benang yang telah membelenggu.
Sahabat, sepertinya aku tak akan pernah berani mengungkapkan perasaanku, atau mengkin ada batasan-batasan ketika kita bergaul, dan itu tak akan bisa kau pahami. kadang engkau melihatku sebagai sosok yang ceria, namun selang sedetik kau dapat melihatku sebagai sosok pemurung (bisa dikatakan orang yang lagi putus asa, dan dalam sekejap kau akan melihatku tertawa. Bukankah setiap[ orang memiliki akal dan hati yang terkadang memang susah untuk ditebak.
Setiap orang pasti ingin merasa dirinya bebas berkembang, setiap orang pasti ingin merasa dirinya untuk bergerak, karena setiap orang punya pilihan masing-masing.. begitu juga denganku, aku ingin semua itu ada pada diriku.
Tapi hal yang tidak ku suka ketika bergerak aku dalam keadaan terpaksa, tapi aku juga tak suka untuk diam selamanya, terlebih lagi orang tak menganggapku ada.
Entah kenapa sejak kecil aku lebih nyaman untuk menyendiri, bisa dibilang itu adalah kebiasaanku. tapi ga cuman aku, cz banyak orang yang suka melakukan hal itu. walaupun sebenarnya dalam diri muncul gejolak bahwa aku butuh orang, aku butuh kritikan, aku butuh masukan, saran dan penilaian dari orang lain, Namun itu sulit bagiku, aku tak sanggup menceritakan semua masalahku. Mungkin aku sendiri yang merasa bahwa aku adalah seorang yang tertutup, memang sangat susah rasanya jika harus membagi penderitaan dengan orang lain. aku tak ingin jika ada orang yang mencampuri urusan pribadiku. yah, dengan menyendiri maka aku dapat berfikir tentang solusi dari setiap masalahku. Kadang memang aku sering dianggap aneh, namun dibalik semua itu aku berusaha memutuskan benang yang telah membelenggu.
Langganan:
Komentar (Atom)