Minggu, 03 April 2011

IBUKU..




Sebening tetesan embun pagi...
Secerah sinarnya mentari...
Bilaku tatap wajahmu oh ibu...
Ada kehangatan didalam hatiku...

bait syair di atas merupakan salah satu syair yang pernah dinyanyikan oleh SAKHA. Syair tentang ibu,

aku yang sekarang jauh dari orang tua, khususnya ibu sering sekali merasa kangen dengan beliau. jika teringat pengorbanannya aku sering meneteskan air mata. ibu rela bekerja keras mendampingi ayah.. (sungguh perjuangan dari mereka tak akan aku lupa)

aku punya cerita tentang aku dan ibuku, di mana ini merupakan sebuah bukti perjuangan dan rasa kasih yang tulus dari seorang ibu.
betapa tak bisa kulupakan, ketika aku masih duduk di bangku TK besar, aku merasakan sulitnya keluargaku pada waktu itu. aku melihat sendiri ketika ibu sore hari setelah pulang dari kerja.. dan sudah mengenakan pakaian yang rapi dan sederhana.

aku tanyakan kepadanya hendak kemana Bu?

"Ibu mau berangkat nge-les-i (menjadi tentor)" jawabnya... waktu itu Ibu bekerja sebagai guru honorer, dan di sore hari ia menjadi guru privat.

aku boleh ikut? sekali-kali Bu

"boleh" jawabnya dengan senyum,

maka aku pun segera naik ke sepeda 'ontel' warisan kakek. dengan semangat kami berangkat.. sungguh tak bisa ku bayangkan pada waktu itu jarak ibu untuk sampai tujuan begitu jauh. jika sekarang naik motor bisa setengah jam.. hal ini membuatku kagum. namun, waktu itu aku masih kecil dan belum dapat mengerti bahwa itulah sebuah perjuangan, tapi setidaknya aku telah mendapatkan gambaran dari kehebatan ibuku.

ayah ceritakan kepadaku. Pada waktu akhir TK dan mau masuk SD, aku harus opname ketika aku terserang Demam Berdarah, mungkin bisa dibilang sekarat pada waktu itu, dengan keadaan seperti ini ibu selalu menemaniku. hingga sampai hari ke 7 ketika tubuhku kejang hebat, dan panas yang tinggi. mungkinkah aku akan mati..
Ibu tak panik pada waktu itu, ia menyuruh ayah untuk mencari stok darah. dan sayangnya persediaan darahku langka, ya, AB merupakan golongan darah yang jarang. ayah pun keluar, ibu yang sabar terus berdoa dan memohon agar keadaanku membaik, di sisi lain dengan cepat ia memasukkan jarinya ke mulutku sebagai ganjalan gigitanku, karena kalau tidak cepat diganjal maka aku akan memutuskan lidahku yang terus aku gigit. darah ibu mengalir, namun ia tetap menahan rasa sakit nya. sungguh hal yang luar biasa untuk pengorbanannya.. dan berkat doanya aku sembuh, dan dapat kembali menunjukkan senyumku padanya, berkaca-kaca wajah ibu.

mungkin itulah gambaran ibuku, sebagai sosok pejuang kehidupan anaknya mendampingi ayah. ada banyak cerita tentang pengorbanannya.. aku tak akan malu jika harus meneteskan airmata jika kusebut nama ibu, karena itulah dia dan aku tak akan melupakan semua yang telah ia berika padaku.

---------------------
sebuah cerita
pernah diceritakan kepadaku dan membuatku menangis..

Apabila seorang bayi akan segera dilahirkan ke dunia,ia bertanya kepada Tuhan," Wahai Tuhanku, para malaikat yang ada disini mengatakan bahwa besok Engkau akan menempatkanku di dunia. Lalu,bagaimana caraku hidup disana,sementara aku begitu kecil dan lemah?"

Tuhan menjawab,"Aku telah memilihkan satu malaikat untukmu. Dia yang akan menjaga dan mengasihimu."

"tapi disini, didalam surga, aku sudah bisa bernyanyi dan tertawa. Bagiku, ini sudah sangat membahagiakanku,"kata bayi itu lagi.

Tuhan berkata." Malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari. Kamu akan merasakan kehangatan cintanya,yang dapat membuatmu merasa lebih bahagia."

"lalu bagaimana aku bisa mengerti ketika orang-orang berbicara kepadaku?sedangkan aku tidak memahami bahasa mereka?"tanya bayi itu lagi.

"Ketahuilah, malaikatmu akan berbicara kepadamu dengan bahasa terindah yang pernah kamu dengar. Dengan penuh kesabaran dan perhatian, ia akan mengajarimu cara berbicara."

"Wahai Tuhanku, apa yang harus aku lakukan ketika aku merasa rindu untuk berbicara kepada-Mu?"

"Malaikatmu akan mengajarimu cara berdoa kepada-Ku," jawab Tuhan.

"Ya Tuhan aku mendengar bahwa di bumi banyak orang jahat. Siapakah nanti yang akan melindungiku dari kejahatan mereka?"

"Wahai hamba-Ku,malaikatmu akan melindungimu, sekalipun itu dapat mengancam jiwanya sendiri."

"Tapi ya Tuhan, aku pasti akan merasa sangat sedih,karena tidak dapat melihat-Mu lagi," bisik sang bayi.

"Janganlah engkau terlalu bersedih. Malaikatmu akan menceritakan kepadamu tentang Aku. Ia akan mengajarimu cara agar kamu bisa kembali kepada-Ku, meski sesungguhnya Aku akan selalu berada disisimu."

saat itu, surga begitu tenang, sehingga suara dari bumi dapat terdengar. Sang bayi kemudian bertanya secara perlahan, "Tuhanku, jika aku harus pergi saat ini, dapatkah Engkau memberitahukan kepadaKu nama malaikat yang baik hati itu?"

Tuhan menjawab," engkau akan memanggil malaikatmu, Ibu......."

Ingatlah selalu kasih sayang ibu, berdoalah selalu untuknya, dan cintailah ia sepanjang masa.


Selamat Hari Ibu. setiap hari adalah hari untukmu ibu :)

Tidak ada komentar:

.